Ringkasan Berita: PHRI menyebut okupansi hotel turun karena siklus tahunan menjelang Oktober-November, bukan dampak langsung karhutla. Belum ada laporan pembatalan atau perubahan jadwal menginap akibat kebakaran. Disparpora menyebut wisata tetap normal, sedangkan Lawu Grup melaporkan penurunan kunjungan sekitar 10–20 persen pada periode yang diamati. Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu belum menunjukkan dampak langsung terhadap tingkat okupansi hotel di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Meski tingkat hunian mulai menurun menjelang akhir Oktober, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar, Hardoyo, menyebut kondisi tersebut merupakan siklus tahunan, bukan akibat kebakaran. TAK PENGARUHI PARIWISATA - Ilustrasi Hotel Taman Sari Hotel and Convention Center, di Jalan Lawu, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jumat (23/10/2026). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu belum menunjukkan dampak langsung terhadap tingkat okupansi hotel di Kabupaten Karanganyar. Hingga Jumat (23/10/2026), belum ada laporan dari hotel di kawasan sekitar Gunung Lawu mengenai pembatalan maupun perubahan jadwal menginap akibat karhutla. Hardoyo mengatakan, hingga Jumat (23/10/2026), belum ada laporan dari hotel di kawasan sekitar Gunung Lawu mengenai pembatalan maupun perubahan jadwal menginap akibat karhutla. "Kalau di wilayah Kabupaten Karanganyar khususnya di sekitar Lawu, tidak pengaruh, karena ramenya Jum'at, Sabtu, dan Minggu, sedangkan kejadiannya ini baru terjadi belum melewati satu minggu, selain itu hingga saat ini tidak ada laporan dari hotel terdampak pembatalan dan reschedule," kata Hardoyo, Jum'at (23/10/2026). Baca juga: Luka di Leher Kambing Jadi Petunjuk, Benarkah Macan Tutul Turun dari Gunung Lawu Imbas Kebakaran? Ia mengakui tingkat okupansi hotel memang mengalami penurunan. Namun, menurutnya, kondisi itu lazim terjadi menjelang Oktober dan November, ketika sebagian wisatawan memilih menunda liburan hingga akhir tahun. "Jelang Oktober dan November tingkat okupansi menurun karena siklus ya begitu dan memilih untuk belibur di akhir tahun baru," ucap dia. Klaim Tak Pengaruhi Pariwisata Pandangan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo. Ia mengatakan, karhutla di lereng Gunung Lawu belum memengaruhi aktivitas pariwisata di Tawangmangu dan Ngargoyoso karena lokasi kebakaran berjarak cukup jauh dari objek wisata. "Sampai hari ini tidak ada pengaruh, karena jauh dari lokasi wisata kita," kata Yopi. Baca juga: Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Jalur Pendakian Bukit Mongkrang Karanganyar Tutup Mulai Besok! Yopi menambahkan, objek wisata yang dikelola desa, swasta, maupun pemerintah masih beroperasi seperti biasa. Penutupan hanya berlaku untuk jalur pendakian Gunung Lawu. Ia juga menyebut kunjungan wisatawan masih normal dan cenderung meningkat saat akhir pekan. "Tidak ada (tempat wisata yang tutup), kecuali yang jalur pendakian yang ditutup. Kunjungan wisatawan juga masih normal, cenderung meningkat, utamanya saat akhir pekan," ujar dia. Dengan demikian, penurunan okupansi hotel dan kunjungan di sebagian objek wisata belum bisa dikaitkan langsung dengan karhutla Gunung Lawu. Pengelola hotel dan pariwisata masih menunggu perkembangan kunjungan pada akhir pekan untuk menilai kondisi secara lebih akurat.