PHRI Banyumas: Marak Kos Harian Bikin Bisnis Hotel Makin Ketat
-
BY
Bookingina
-
Source :
Tribunjateng.com
- DATE 10/24/2026
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Persaingan usaha perhotelan di Kabupaten Banyumas semakin ketat seiring pesatnya pertumbuhan hotel dan penginapan, termasuk fenomena rumah kos yang beralih fungsi menjadi penginapan harian.
Hal itulah yang kini jadi perhatian dan sorotan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyumas.
Ketua PHRI Banyumas, Iriyanto, menilai pertumbuhan akomodasi tersebut perlu mendapat perhatian serius terutama terkait perizinan, kewajiban pajak, dan penerapan regulasi agar persaingan usaha berlangsung sehat.
"Kompetitor sangat sangat tidak terkendali," katanya kepada Tribun Jateng, Jumat (23/10).
Menurutnya menjamurnya penginapan dengan berbagai model usaha tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan dan tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel, khususnya pada hari kerja (weekday).
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha perhotelan yang harus bersaing di tengah bertambahnya pilihan akomodasi bagi wisatawan.
Ia menilai, pengawasan terhadap perizinan dan kewajiban perpajakan menjadi hal penting agar seluruh pelaku usaha akomodasi menjalankan kegiatan bisnis sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, persaingan tidak hanya ditentukan oleh harga dan fasilitas yang ditawarkan, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan yang sama.
Di sisi lain, Iriyanto menyoroti pesatnya perkembangan Purwokerto dari sisi usaha kuliner. Hal itu menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyumas.
Menurutnya, aktivitas kuliner dan tempat nongkrong di Purwokerto sangat hidup.
Tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang ke kota tersebut menikmati beragam kuliner sekaligus menghabiskan waktu di tempat-tempat nongkrong.
Kondisi itu turut memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, terutama hotel yang berada di lokasi strategis dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Ia mencontohkan hotel-hotel yang berada di depan GOR Satria Purwokerto maupun di sekitar Alun-alun Purwokerto yang dinilai memiliki tingkat okupansi sangat bagus.
Keberadaan pusat kuliner dan tempat berkumpul masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung yang dapat menarik wisatawan untuk menginap.
"Kalau kulineran di Purwokerto itu sangat hidup. Tidak jarang banyak wisatawan yang sengaja ke Purwokerto buat nongkrongnya dan kulinerannya. Hal itu juga menjadi daya tarik, sehingga hotel-hotel seperti di depan GOR atau depan alun-alun itu sangat bagus okupansinya," ujarnya.