Regional 03 Sep 2026 06:41 WIB  Batam Editor - Nurul Mahfud Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Dr. Ir. Hariyadi Sukamdani, MM saat membuka kegiatan Musda ke IV-PHRI Kepri di Batam. (Dok. Sarah Meilina/RRI). RRI.CO.ID, Batam - Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Hariyadi B.S. Sukamdani, mendorong kepengurusan baru PHRI Kepulauan Riau memperkuat peran industri hotel dan restoran dalam mendorong pertumbuhan pariwisata serta ekonomi daerah.Sebanyak 86 anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepulauan Riau secara resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV pada Rabu, 2 September 2026. Musda tersebut menjadi bagian dari proses organisasi untuk menentukan kepengurusan PHRI Kepri periode berikutnya.Hariyadi mengatakan PHRI memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar mewadahi kepentingan pelaku usaha hotel dan restoran. Menurutnya, sektor tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata yang dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah.“Tidak hanya mendorong semata-mata untuk sektor hotel dan restoran saja, tapi sebetulnya kami juga termasuk tulang punggung untuk sektor pariwisata,” ujar Hariyadi, Rabu 2 September 2026.Ia mengatakan industri hotel dan restoran juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, sektor tersebut rata-rata masuk dalam tiga besar penyumbang PAD di daerah.“Sektor kami ini yang memberikan kontribusi pendapatan asli daerah yang termasuk juga signifikan. Rata-rata kami ada di tiga besar penyumbang pendapatan asli daerah,” katanya.Hariyadi menilai Kepulauan Riau memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata nasional, terutama Batam yang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Indonesia. Karena itu, ia berharap kepengurusan PHRI Kepri yang nantinya terbentuk dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk memperkuat kontribusi industri hotel dan restoran.“Siapapun yang terpilih, tentu harapannya adalah bisa membawa PHRI Kepri ini lebih maju lagi, karena potensinya sangat banyak, sangat besar,” kata Hariyadi.Menurutnya, masih terdapat ruang besar untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam PHRI. Ia menyebut Batam memiliki lebih dari 200 hotel dan sekitar 3.800 restoran, sementara jumlah anggota PHRI di daerah tersebut masih relatif terbatas.Hariyadi juga mendorong PHRI Kepri memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku pariwisata melalui berbagai kegiatan yang dapat mendatangkan wisatawan. Ia mencontohkan dukungan industri hotel dan restoran terhadap kegiatan seperti Batam 10K, antara lain melalui tarif khusus hotel dan potongan harga restoran bagi peserta dari luar daerah.Ia berharap kolaborasi semacam itu dapat membuat kegiatan pariwisata tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di Kepulauan Riau. Berita Terbaru Lainnya Memuat berita terbaru.....