Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat bahwa kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2026, menunjukkan tren positif. Bahkan hingga akhir Juli 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Malang telah mencapai 2,6 juta orang.Angka tersebut, mendekati target kunjungan wisatawan yang ditetapkan hingga akhir tahun, sebesar 3,2 juta wisatawan. Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, optimis bahwa target tersebut dapat tercapai.“Target kunjungan wisatawan sampai Desember 2026 itu 3,2 juta. Sementara sampai Juli kemarin, tepatnya tanggal 31, sudah di angka 2,6 juta. Artinya, tinggal sekitar 600 ribu lagi. Karenanya, insyaallah bisa,” ujar Arif, Selasa (01/09/2026) tadi.Kunjungan wisatawan tersebut, tambah Arif, masih didominasi Wisatawan Nusantara (Wisnus). Meskipun, tren Wisatawan Mancanegara (Wisman) juga menunjukkan peningkatan dibanding sebelumnya.“Masih didominasi wisatawan dalam negeri. Tetapi trennya sekarang wisatawan luar negeri juga meningkat,” katanya.Arif menjelaskan, pergerakan wisatawan tidak hanya berada di wilayah Kota Malang, tetapi juga kawasan Malang Raya. Banyak wisatawan yang menjadikan Kota Malang sebagai tempat menginap ketika berkunjung ke sejumlah destinasi di sekitar Malang Raya.Baca juga :“Ya di Malang Raya. Tetap di Batu, terus di kabupaten, sampai Bromo. Sekarang juga banyak yang ke Tumpak Sewu, tapi menginapnya tetap di Kota Malang,” ucapnya.Selain mengandalkan destinasi wisata, Disporapar juga terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata melalui pengembangan sport tourism dan berbagai kegiatan berskala besar. Program 1.000 event yang digagas Pemkot Malang dinilai menjadi salah satu daya tarik untuk mendatangkan wisatawan.“Sport tourism sekarang luar biasa. Karena itu dapat menambah kunjungan wisatawan, berbagai kegiatan olahraga lainnya juga terus digelar, mulai dari lomba panahan hingga kejuaraan karate yang turut melibatkan peserta dari luar daerah,” tutur Arif.Untuk mendukung penyelenggaraan event, Pemkot Malang juga memberikan kemudahan melalui percepatan proses perizinan dan pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah. “Perizinan dulu kita percepat. Selama persyaratannya sudah oke dan sudah koordinasi dengan pihak Polres, segera kita bantu. Kemudian kemudahan penggunaan fasilitas yang dimiliki Pemkot juga kita percepat,” jelasnya.Lebih lanjut Arif mengatakan, pihaknya juga mendorong pelaku usaha perhotelan, untuk memberikan penawaran khusus bagi peserta maupun pengunjung event yang digelar di Kota Malang. Dalam waktu dekat, Disporapar akan melakukan komunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.“Nanti saya kumpulkan PHRI. Ketika ada event long weekend, berikan diskon atau harga khusus untuk peserta,” imbuhnya. (rsy/sit)