RRI.CO.ID, Palembang - Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci pengembangan industri perhotelan dan pariwisata Sumatera Selatan. Pengalaman sebagai praktisi sekaligus akademisi mendorong Ahmad Leofaragusta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Ahmad Leofaragusta atau Leo menjabat Sekretaris Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan. Ia juga aktif sebagai akademisi di Politeknik Negeri Sriwijaya.

Perjalanan profesional Leo dimulai ketika merantau ke Yogyakarta untuk mendalami industri perhotelan. Di kota tersebut, ia bekerja di sejumlah hotel dan mempelajari berbagai bidang pelayanan.

Pada 2003, Leo kembali ke Palembang setelah mendapat kesempatan bergabung dengan salah satu hotel internasional yang mulai berkembang di kota ini. Ia mengawali karier sebagai Food and Beverage Attendant atau petugas pelayanan makanan dan minuman.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai standar pelayanan dan kebutuhan operasional hotel. Kisah perjalanan kariernya turut dibagikan dalam program Obrolan Komunitas, Kamis, 29 Oktober 2026.

 

Ketertarikan terhadap pendidikan kemudian mendorong Leo menekuni profesi dosen pada 2005. Ia memulai karier sebagai calon pegawai negeri sipil sebelum resmi diangkat menjadi dosen pada 2006.

“Saya memulai perjalanan sebagai calon pegawai negeri sipil sebelum diangkat pada 2006 sebagai dosen. Selain sebagai praktisi perhotelan dan dunia pariwisata, saya sering diundang sebagai narasumber dalam pelatihan, panitia seleksi tenaga kerja, serta juri dalam kompetensi dan perlombaan di bidang pariwisata,” ungkap Leo.

Meski aktif di lingkungan akademik, Leo tetap mempertahankan keterlibatannya dalam industri pariwisata. Sejak 2008, ia bergabung dengan PHRI Sumatera Selatan dan memperluas jejaring bersama pelaku usaha serta pemangku kepentingan pariwisata.

“Dengan aktif PHRI, saya memperoleh kesempatan memperluas hubungan dengan pemilik, pengelola hotel, restoran, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Ini jadi pengalaman luar biasa dalam membangun dunia pariwisata di Sumatera Selatan,” ujarnya. 

 

Pengalaman di kedua bidang tersebut membuat Leo menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu menjadi perhatian industri perhotelan. Menurutnya, kemajuan industri tidak cukup mengandalkan fasilitas dan persaingan harga, tetapi juga membutuhkan kompetensi serta pelayanan berkualitas.

“Kualitas sumber daya manusia, standar kompetensi, serta kemampuan memberikan pelayanan kepada tamu merupakan bagian penting yang harus terus ditingkatkan,” jelasnya. Ia juga mendorong lembaga pendidikan dan pelaku industri memperkuat kerja sama agar mahasiswa mendapat pengalaman praktik secara langsung.

Bagi Leo, pendidikan dan industri pariwisata harus berjalan beriringan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Pengetahuan akademis perlu dilengkapi pengalaman lapangan agar lulusan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Melalui kiprah di PHRI dan lingkungan akademik, Leo terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan dan pelaku industri dapat memperkuat sektor perhotelan serta pariwisata Sumatera Selatan.