Denpasar - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali optimis target kunjungan 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026 dapat tercapai. Meskipun jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari-September 2026 turun 1,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali pada Januari-September 2026 mencapai 5.237.128 kunjungan. Angka tersebut turun 1,15% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Dari Januari sampai September jumlah kedatangan wisman langsung ke Bali itu tercatat sebanyak 5.237.128 kunjungan. turun 1,15%," ujar Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan paspor, Australia masih menjadi negara penyumbang kunjungan wisman terbanyak ke Bali. Jumlahnya mencapai 1.303.734 kunjungan.

Setelah Australia, lima besar negara penyumbang wisman ke Bali diikuti China sebanyak 456.046 kunjungan, India 394.155 kunjungan, Inggris 230.010 kunjungan, dan Korea Selatan 213.072 kunjungan.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan pihaknya tetap optimistis target 7 juta kunjungan wisman dapat tercapai. Menurutnya, periode Oktober, November, dan Desember menjadi kesempatan untuk mengejar target tersebut.

"Dari PHRI kami optimistis di tiga bulan terakhir, Oktober, November, Desember bisa mencapai target kami ya, tujuh juta tahun ini," ujarnya saat dihubungi detikBali, Kamis (5/11/2026).

Rai mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan. Namun, menurutnya, penurunan tersebut lebih terlihat pada wisatawan domestik, sedangkan kunjungan wisman masih relatif stabil.

"Ya, ini penurunan ada pada domestik. Untuk wismannya masih stabil," katanya.

Untuk mendorong kunjungan wisatawan pada akhir tahun, PHRI menilai penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawat dapat menjadi salah satu upaya mendukung sektor pariwisata. Sementara itu, untuk pasar mancanegara, PHRI telah melakukan sales trip ke sejumlah negara di Eropa.

Rai mengatakan wisatawan Australia diperkirakan masih mendominasi kunjungan ke Bali pada akhir tahun. Setelah itu, pasar Eropa dan Asia, khususnya Jepang dan Korea Selatan, juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisatawan.

Meski optimistis, Rai mengingatkan pelaku pariwisata tetap perlu mewaspadai kondisi cuaca pada akhir tahun. Musim hujan dan angin muson barat berpotensi membawa sampah laut ke kawasan pantai di Bali.

"Kita harus tetap jaga citra pariwisata Bali tetap aman. Terutama di akhir tahun yang biasanya musim hujan, akan ada muson barat yang biasanya membawa sampah laut. Saya harap kita bisa tetap menjaga citra pariwisata Bali tetap baik dan aman untuk wisatawan," tutupnya.