Efisiensi Anggaran-Karhutla Tekan Bisnis Hotel, PHRI Sumsel Siapkan Strategi Baru
-
BY
Bookingina
-
Source :
detikcom
- DATE 10/29/2026
Palembang - Persaingan industri perhotelan dan restoran di Sumatera Selatan (Sumsel) kian ketat di tengah beragamnya tantangan yang memengaruhi keberlangsungan usaha. Musda IX Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel diharapkan mampu membawa organisasi beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat daya saing industri."Musda yang juga menjadi bagian dalam menentukan Ketua PHRI Sumsel yang baru diharapkan tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjadi panutan bagi para pelaku usaha dan menghadirkan strategi konkret untuk menjawab dinamika industri hotel dan restoran yang terus berubah," ujar Ketua Steering Committee (SC) Musda IX PHRI Sumsel Rebo Iskandar Pohan.Rebo mengungkapkan, industri perhotelan saat ini menghadapi berbagai tantangan. Tak hanya berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran, persaingan tarif, hingga dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berimbas pada keterlambatan penerbangan, juga menjadi kendala perkembangan industri."Hotel di daerah masih cukup bergantung pada kegiatan pemerintahan, baik berupa rapat, pertemuan, maupun berbagai agenda lainnya. Ketika kegiatan tersebut berkurang, tingkat hunian hotel pun turut terdampak," katanyaMenurutnya, kondisi industri hotel dan restoran yang cenderung naik turun membuat pelaku usaha harus mampu menyesuaikan strategi bisnis agar tetap bertahan. Persaingan tarif yang semakin ketat juga perlu disikapi bijak agar tidak mengorbankan kualitas layanan maupun keberlangsungan usaha.Karena itu, dia berharap berbagai persoalan tersebut dapat menjadi bahan pembahasan dalam Musda IX PHRI Sumsel. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu merumuskan langkah strategis, menghadirkan inovasi, dan membantu anggota menghadapi perubahan kondisi industri.Terkait, pencalonan pendaftaran Ketua PHRI Sumsel dia menyebut akan mengikuti aturan dalam AD/ART organisasi. Calon ketua harus merupakan WNI, sehat jasmani dan rohani, dan diutamakan berdomisili di wilayah kerja BPD PHRI bersangkutan.Para calon juga harus sebagai pemilik badan usaha akomodasi atau hotel maupun usaha jasa makanan dan minuman atau restoran. Memiliki sertifikat tanda anggota (STA) penuh yang masih berlaku dan diterbitkan resmi BPP PHRI. Mereka juga diminta memaparkan visi misi."Pelaksanaan musda harus mengedepankan prinsip demokrasi, transparansi, serta kepatuhan terhadap aturan organisasi," katanya."Pendaftaran dibuka mulai 28 Oktober-27 November 2026. Setelah pendaftaran ditutup, berkas para calon akan dikirimkan untuk diproses lebih lanjut," sambungnya.Sementara itu, Plt BPD PHRI Sumsel Sholahuddin berharap Musda IX dapat terlaksana sebelum masa tugas berakhir pada 15 Desember 2026."Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat PHRI Sumsel, membangun kebersamaan di antara para pelaku usaha, serta meningkatkan kontribusi sektor perhotelan dan restoran terhadap perekonomian daerah," tukasnya.
Simak Video "Video Kata Menaker soal Kena Efisiensi Anggaran Perjalanan Dinas-Administrasi"
(csb/csb)