PHRI Sumsel cari pemimpin baru untuk hadapi tantangan industri Kamis, 29 Oktober 2026 21:27 WIB Ketua Steering Committee (SC) Musda IX PHRI Sumsel Rebo Iskandar Pohan. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri) Palembang (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan mencari pemimpin baru melalui Musyawarah Daerah (Musda) IX untuk memperkuat organisasi dan menghadapi berbagai tantangan industri perhotelan dan restoran.Ketua Steering Committee (SC) Musda IX PHRI Sumsel Rebo Iskandar Pohan di Palembang, Kamis, mengatakan pendaftaran calon Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Sumsel dibuka mulai 28 Oktober hingga 27 November 2026.Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 27 Anggaran Rumah Tangga (ART) PHRI, calon ketua harus merupakan warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta diutamakan berdomisili di wilayah kerja BPD PHRI yang bersangkutan.Calon juga harus merupakan pemilik usaha akomodasi atau hotel maupun usaha jasa makanan dan minuman atau restoran. Apabila pemilik usaha berhalangan atau tidak bersedia mencalonkan diri, pencalonan dapat diwakilkan kepada pihak yang memperoleh mandat tertulis dari pemilik dengan persetujuan khusus Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI.Selain itu, calon wajib memiliki Sertifikat Tanda Anggota (STA) Penuh yang masih berlaku dan diterbitkan secara resmi oleh BPP PHRI. Setiap calon juga harus bersedia mematuhi AD/ART serta peraturan organisasi dan memaparkan visi dan misi dalam sidang pleno.Setelah pendaftaran ditutup, berkas para calon akan dikirimkan untuk diproses lebih lanjut. Pada awal Desember 2026 diharapkan sudah ada gambaran mengenai jadwal pelaksanaan Musda dan penetapan ketua baru.Pemilihan ketua baru menjadi momentum penting bagi PHRI Sumsel untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi dinamika industri perhotelan dan restoran yang semakin menantangPelaku usaha perhotelan saat ini juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan.“Hotel di daerah masih cukup bergantung pada kegiatan pemerintahan, baik berupa rapat, pertemuan, maupun berbagai agenda lainnya. Ketika kegiatan tersebut berkurang, tingkat hunian hotel pun turut terdampak,” ujarnya. Pewarta: Editor: Dolly Rosana COPYRIGHT © ANTARA 2026