Okupansi Hotel Menurun, PHRI Sumbar Genjot Produk Lokal dan Standar Kebersihan
-
BY
Bookingina
-
Source :
Padang Ekspres
- DATE 09/29/2026
Peserta mengikuti lomba hospitality skill dalam rangkaian kegiatan Musda VI PHRI Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Selasa (29/9/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat mendorong hotel-hotel di daerah ini meningkatkan penggunaan produk lokal, mulai dari cokelat, kopi, teh hingga hasil pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali sektor hospitality Sumbar.
Dorongan itu disampaikan Ketua BPD PHRI Sumbar, Rina Pangeran, saat membuka rangkaian kegiatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI PHRI Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Selasa (29/9/2026).
Rangkaian kegiatan berlangsung hingga 1 Oktober 2026 dengan tagline "Dari Bumi Minangkabau Untuk Meja Dunia Kebangkitan Hospitality Sumbar". Puncak Musda VI dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.
Menurut Rina, rangkaian kegiatan tidak hanya diperuntukkan bagi anggota PHRI, tetapi juga masyarakat umum.
Sejumlah agenda digelar pada hari pertama, di antaranya Festival Coffee, Tea, Cokelat, dan UMKM, Pastry Dessert Competition, Teh Talua Competition serta lomba hospitality skill.
Dalam lomba pastry chef, peserta menggunakan cokelat asli Sumatera Barat dari Minang Coklat sebagai bahan utama.
PHRI berharap produk tersebut dapat lebih dikenal dan digunakan hotel-hotel di Sumbar.
"Tujuannya, kami ingin mengangkat produk Minang Coklat agar bisa masuk ke hotel-hotel. Mungkin selama ini hotel belum mengenal produk ini," kata Rina.
Selain cokelat, PHRI juga mendorong hotel menyerap produk kopi, teh serta hasil pertanian dari pelaku UMKM dan petani lokal.
Rina menilai pola kerja sama tersebut dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
Hotel memperoleh produk dengan harga yang lebih baik, sementara petani mendapatkan pasar untuk hasil produksinya.
"Hotel bisa mendapatkan harga yang lebih baik, petani juga mendapatkan harga yang lebih baik," tuturnya.
Kehadiran UMKM dan tenant lokal dalam rangkaian Musda VI juga diarahkan untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata Sumatera Barat.
Rina mengatakan tingkat okupansi hotel di Sumbar mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut, menurut dia, turut memengaruhi semangat para pelaku usaha hospitality.
"Karena itu kami ingin membangkitkan kembali semangat hospitality di Sumatera Barat," ujarnya.
Selain mendorong penggunaan produk lokal, PHRI Sumbar menjadikan kebersihan sebagai salah satu program prioritas.
Perhatian khusus diberikan terhadap kebersihan dan standar toilet di restoran.
PHRI berharap pemerintah dapat mempercayakan organisasi tersebut menjadi rujukan bagi pihak yang hendak membuka restoran baru.
Dengan begitu, PHRI dapat memberikan arahan terkait tata letak, kebersihan, higienitas hingga standar toilet restoran.
"Kami bisa mengarahkan agar restoran punya tata letak yang baik, termasuk standar toiletnya seperti apa," ujar Rina.
PHRI juga menargetkan Sumatera Barat memiliki fasilitas pariwisata berstandar internasional sehingga mampu mendukung kedatangan wisatawan mancanegara.
"Kami berharap wisatawan mancanegara bisa masuk ke Sumatera Barat dengan fasilitas berstandar internasional," katanya.
Sementara itu, melalui Musda VI, PHRI Sumbar berharap dapat merumuskan program kerja lima tahun ke depan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
PHRI juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah dan asosiasi lainnya untuk menghasilkan program yang dapat memperkuat pembangunan pariwisata Sumatera Barat.
Puncak Musda VI pada 1 Oktober mendatang diharapkan menjadi forum untuk menyusun arah program kerja tersebut, termasuk penguatan kolaborasi dengan pemerintah serta peningkatan standar kebersihan dan higienitas usaha restoran. (cc1) Editor : Hendra Efison