RRI.CO.ID, Mataram — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) optimistis tingkat hunian hotel di Pulau Lombok dapat mencapai 100 persen saat gelaran MotoGP Mandalika 2026 berlangsung.Ketua DPD PHRI NTB, Ketut Wolini, mengatakan meski saat ini belum seluruh hotel terisi penuh, tren pemesanan kamar diperkirakan terus meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP.Menurutnya, pola pemesanan kamar pada event internasional sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan terjadi menjelang hari pelaksanaan atau last minute booking."Kami yakin last minute okupansi hotel akan 100 persen, terutama hotel di Mandalika, Senggigi, dan Kota Mataram. Walaupun sekarang ada beberapa hotel yang belum 100 persen, kami yakin mendekati pelaksanaan akan penuh," kata Ketut Wolini, di Mataram, Rabu 23 September 2026.Optimisme tersebut didukung kapasitas akomodasi yang tersedia di Pulau Lombok. Berdasarkan data penyediaan jasa akomodasi NTB, terdapat 1.123 hotel di Pulau Lombok dengan total sekitar 13.039 kamar.Kota Mataram tercatat memiliki 145 hotel dengan 3.390 kamar. Lombok Barat memiliki 152 hotel dengan 3.718 kamar, Lombok Tengah 283 hotel dengan 1.544 kamar, Lombok Utara 298 hotel dengan 3.293 kamar, serta Lombok Timur 245 hotel dengan 1.094 kamar.Ketut mengatakan ketersediaan kamar tersebut menjadi modal penting dalam menyambut kedatangan wisatawan dan penonton MotoGP dari berbagai daerah maupun mancanegara."Masih banyak kamar hotel yang kosong, terutama di Kota Mataram. Tapi seperti yang saya katakan tadi, last minute, saya rasa hotel-hotel itu akan penuh," ujarnya.Menurut Wolini, tingkat hunian hotel sangat bergantung pada jumlah penonton yang datang. Jika jumlah wisatawan dan penonton meningkat menjelang MotoGP, permintaan kamar juga akan meningkat.Di tengah optimisme peningkatan okupansi, PHRI NTB mengingatkan pengelola hotel agar tidak hanya mengejar tingkat hunian, tetapi juga menjaga kualitas pelayanan.Wolini meminta seluruh hotel di NTB meningkatkan pelayanan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra pariwisata daerah."Walaupun tidak ada perhelatan MotoGP, pelayanan tetap ditingkatkan. Karena kita menjual jasa, dan jasa itu merupakan salah satu promosi kita untuk mendatangkan wisatawan ke Lombok," katanya.Ia juga mengimbau hotel tetap menetapkan tarif secara wajar selama momentum MotoGP. Menurutnya, pencabutan Pergub NTB Nomor 9 Tahun 2022 bukan berarti hotel dapat menaikkan harga kamar tanpa batas."Kalau ada event-event besar, apalagi MotoGP yang merupakan event internasional, boleh ada penyesuaian, tetapi jangan terlalu tinggi," ujar Wolini.Dengan kapasitas lebih dari 13 ribu kamar di Pulau Lombok dan meningkatnya pemesanan menjelang pelaksanaan event, PHRI NTB optimistis industri perhotelan mampu menyambut lonjakan wisatawan pada MotoGP Mandalika 2026.