Industri Hotel Kota Malang Berubah, Wisatawan Kini Cari Pengalaman Bukan Sekadar Kamar - malang.disway.id
-
BY
Bookingina
-
Source :
diswaymalang.com
- DATE 09/22/2026
MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Persaingan industri hotel di Kota Malang memasuki babak baru. Hotel tidak lagi cukup mengandalkan kamar dan fasilitas menginap, tetapi dituntut mampu menghadirkan pengalaman wisata yang membuat tamu betah dan ingin kembali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan perubahan perilaku wisatawan ikut mengubah cara hotel menjalankan bisnis. Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan Disway Malang di Hotel The Shalimar, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Agoes, hotel harus memiliki karakter, pelayanan berkualitas, fasilitas pendukung, serta kemampuan membangun jejaring dengan berbagai sektor. Perubahan tersebut membuat hotel menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas.
Hotel Kota Malang Tak Lagi Sekadar Menyediakan Kamar
Agoes yang juga menjabat General Affairs Manager The Shalimar Boutique Hotel mengatakan wajah industri perhotelan mengalami perubahan signifikan dibandingkan era 1990-an.
Pada masa lalu, hotel lebih banyak berfokus pada penyediaan kamar. Kini kebutuhan wisatawan berkembang sehingga hotel juga menyediakan ruang pertemuan, restoran dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
"Kalau dulu tahun 90-an hotel itu hanya menyediakan kamar. Sekarang semakin berkembang, hotel juga menyediakan hall untuk meeting, restoran dan berbagai fasilitas lainnya," ujar Agoes.
Perubahan tersebut juga membuat hotel tidak bisa berdiri sendiri. Industri perhotelan berkaitan erat dengan UMKM, transportasi, destinasi wisata, agen perjalanan, desa wisata hingga sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi antarsektor dinilai penting untuk membangun pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung Kota Malang.
Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian PHRI Kota Malang adalah meningkatkan lama tinggal atau length of stay wisatawan.
Agoes menilai wisatawan perlu memiliki lebih banyak pilihan aktivitas sehingga kunjungan ke Kota Malang tidak berhenti hanya satu atau dua hari.
Menurutnya, solusi untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan bukan sekadar menambah jumlah kamar hotel. Aktivitas wisata juga harus diperbanyak dan dibuat semakin menarik.
Pertunjukan seni dan budaya, wisata belanja, paket perjalanan bersama agen travel serta kunjungan ke desa wisata yang dikelola Pokdarwis dapat menjadi bagian dari pengembangan tersebut.
"Bagaimana supaya wisatawan tinggalnya tidak sehari-dua hari, tetapi bisa lebih lama. Berarti kegiatan wisatanya harus banyak," katanya.