JAKARTA, KOMPAS.com - Ramai kabar soal banyak hotel di Bali dijual di portal jual beli online, seperti Rumah123 dan OLX. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi BS Sukamdani mengatakan, hotel yang dijual tersebut mayoritas merupakan hotel kecil atau bintang satu dan dua. Menurut Hariyadi, fenomena tersebut tidak serta-merta menunjukkan bisnis pariwisata Bali sedang mengalami penurunan. Ia menyebut, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali masih menunjukkan tren kenaikan.Ia mengatakan, salah satu faktor yang membuat hotel kecil tertekan adalah semakin banyaknya akomodasi yang ditawarkan melalui Airbnb. Baca juga: Puluhan Hotel di Bali Dijual Online, Koster Tepis Pariwisata Lesu "Memang kondisinya itu tergerus oleh banyaknya Airbnb. Jadi yang punyanya individual itu di-Airbnb-kan," ujar Hariyadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/09/2026). Menurut Hariyadi, keputusan pemilik hotel kecil untuk menjual propertinya juga berkaitan dengan perhitungan bisnis masing-masing pemilik. "Kalau yang hotel yang relatif kecil-kecil tadi dijual, ya mungkin dari si pemiliknya hitung-hitungannya, selama ada untungnya ya dicari untung saja," kata dia.Banyak disewakan jangka panjang Hariyadi mengatakan, properti di Bali pada umumnya tidak selalu dijual secara putus. Pemilik properti justru banyak yang memilih menyewakan asetnya dalam jangka panjang.Menurut dia, masa sewa properti tersebut dapat mencapai 10-30 tahun, tergantung kesepakatan. Di sisi lain, Hariyadi mengatakan pemerintah telah mewajibkan platform aplikasi untuk mendaftarkan properti yang ditawarkan secara resmi. Properti tersebut, kata dia, harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin yang diperlukan. Baca juga: Migrasi Pekerja Picu Lonjakan Permintaan Hunian Bulanan di Bali Ia mengatakan, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap properti yang masuk ke dalam platform seperti Airbnb. "Airbnb itu pemerintah tidak melarang, tapi dia harus ikut aturan. Kalau dia enggak ikut aturan, itu kemungkinan bisa diblokir situsnya, jadi enggak bisa diakses untuk Indonesia," kata Hariyadi. Proyeksi pariwisata Bali tumbuh 10 persen Hariyadi juga memproyeksikan pariwisata Bali masih akan tumbuh ke depan. Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan telah melampaui angka sebelum pandemi Covid-19. "Kalau kita bicara Bali itu kemungkinan masih tumbuh. Ini kan sekarang tengah tahun lalu sudah melebihi Covid-19, 6 juta. Nah tahun ini sudah pastinya akan naik," kata Hariyadi. Pertumbuhan pariwisata Bali masih dapat mencapai 5-10 persen apabila tidak terdapat kondisi luar biasa. Baca juga: Lahan Sawah di Banten dan Bali Terdesak Industri dan Pariwisata