Home MBOIS ILAKES Selasa 22-09-2026,13:25 WIB Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang saat memberikan sambutan di acara pertemuan PHRI Kota Kediri-Agoes Basoeki-For Disway Malang Termasuk rencana pengembangan becak wisata yang tidak sekadar menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisatawan.Para pengemudi nantinya juga perlu dibekali pemahaman mengenai pelayanan dan grooming. "Hotel, UMKM, transportasi dan objek wisata tidak boleh berjalan sendiri. Kita ini berkaitan," ungkapnya. Bagi Agoes yang pernah menjadi Dosen Pariwisata di Universitas Merdeka Malang selama 5 tahun, wisatawan saat ini juga semakin mencari pengalaman yang bisa dikenang. Karena itu, kekuatan budaya dan karakter lokal perlu dikemas menjadi bagian dari produk wisata Kota Malang. PHRI dan Perubahan Industri Agoes sendiri mulai mengenal PHRI sejak 1995 ketika berkarier di Malang. Saat itu, jumlah hotel di Kota Malang belum sebanyak sekarang. Aktivitas pariwisata juga masih banyak terkonsentrasi di kawasan Kota Batu. Seiring pertumbuhan hotel dan destinasi wisata, posisi PHRI di Kota Malang ikut berkembang. Agoes kemudian dipercaya masuk dalam kepengurusan dan aktif memberikan berbagai masukan. Sekitar tahun 2018, ia dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Kota Malang secara aklamasi sebelum kemudian melanjutkan kepemimpinan organisasi tersebut hingga sekarang. Dalam perjalanannya, ia menilai tantangan industri hotel semakin kompleks. Tidak hanya soal pelayanan dan fasilitas, tetapi juga teknologi, pemasaran digital, kualitas SDM dan kemampuan membangun jejaring. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam penguatan SDM anggota PHRI. Termasuk pemahaman terhadap teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menurutnya akan semakin berpengaruh terhadap industri hospitality. "Adaptasi terhadap teknologi itu harus. Kalau tidak, kita akan tertinggal. Sudah banyak contohnya hotel yang pailit karena tidak bisa mengikut perkembangan teknologi " kata Agoes yang pernah mengemban jenjang pendidikan Diploma IV di Universitas Merdeka Malang. Bagi PHRI Kota Malang, perkembangan industri hotel ke depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing hotel. Tetapi juga oleh seberapa kuat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, media, UMKM, dunia pendidikan, ekonomi kreatif dan sektor pendukung pariwisata. Dari sinilah peran PHRI ingin mengambil posisi: bukan hanya sebagai wadah pengusaha hotel dan restoran, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan pariwisata Kota Malang. Sumber: Berita Terkait