Potensi Melimpah, Kuningan Masih Hadapi Tantangan Produktivitas
-
BY
Bookingina
-
Source :
RRI
- DATE 09/01/2026
Regional
01 Sep 2026 11:55
WIB
Cirebon
Editor -
Yulianti
Dialog “Cirebon Menyapa” II Melesatkan Ekonomi Kuningan: Sinergi Kebijakan Publik dan Pemberdayaan Usaha Wanita Berbasis Potensi Lokal.
dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan (Foto: Tangkapan Layar Youtube RRI)
RRI.CO.ID, Cirebon – Kabupaten Kuningan memiliki beragam potensi ekonomi yang belum sepenuhnya menghasilkan produktivitas bagi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat, menilai persoalan utama Kuningan bukan terletak pada minimnya potensi daerah. Menurutnya, kemampuan mengolah potensi menjadi produktivitas dan nilai tambah masih perlu diperkuat.“Jadi, Kuningan tuh secara umum tidak kekurangan potensi,” katanya kepada RRI, Selasa, 1 September 2026. Ia menilai potensi tersebut harus diolah agar mampu menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat.Baca juga: Hari Jadi ke-528, Kabupaten Kuningan Dorong Penguatan Ekonomi PerempuanMenurutnya, pemerintah daerah perlu mendorong ekonomi yang mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Hal tersebut penting karena masih terdapat masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dan menghadapi keterbatasan kesempatan kerja.Data yang disampaikannya menunjukkan tingkat kemiskinan Kuningan pada Maret 2025 mencapai 10,74 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 11,8 persen.“Yang masih kurang menurut saya adalah kemampuan mengubah potensi itu menjadi produktivitas, produktivitas menjadi nilai tambah,” ujarnya. Menurutnya, perubahan tersebut diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada pemanfaatan sumber daya.Tingkat pengangguran terbuka di Kuningan disebut mencapai 7,59 persen sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi perhatian. Sektor pertanian juga dinilai perlu diperkuat karena menjadi salah satu bidang yang banyak menyerap tenaga kerja.Achmad mendorong pemerintah memperkuat sektor produktif melalui pengembangan pertanian, UMKM, dan pariwisata. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lebih banyak peluang pekerjaan bagi masyarakat.
Berita
Terbaru Lainnya
Memuat berita terbaru.....