MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Target kunjungan wisatawan Kota Malang sebesar 3,2 juta orang hingga akhir 2026 semakin realistis. Hingga 31 Juli, jumlah kunjungan wisatawan telah menembus sekitar 2,6 juta orang. Capaian tersebut membuat Pemkot Malang optimistis kekurangan sekitar 600 ribu kunjungan dapat dikejar dalam empat bulan tersisa. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang bahkan menilai tren kunjungan masih cukup positif. “Targetnya 3,2 juta sampai Desember 2026 nanti. Nah sampai Juli kemarin, tepatnya tanggal 31 Juli, itu sudah di angka 2,6 juta. Artinya kurang sekitar 600 ribu lagi, insya Allah bisa,” yakin Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan, Selasa (1/9). Wisatawan domestik masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Kota Malang. Meski demikian, geliat wisatawan mancanegara (wisman) mulai menunjukkan tren peningkatan. Arif menjelaskan, posisi Kota Malang sebagai salah satu pusat akomodasi di kawasan Malang Raya turut mendongkrak angka kunjungan. Wisatawan yang datang tidak selalu menjadikan Kota Malang sebagai destinasi utama, tetapi banyak yang memilih menginap di Kota Malang sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain. “Wisatawan itu kan tidak hanya berwisata di Kota Malang. Mereka juga ke Batu, Kabupaten Malang, seperti Bromo, sampai sekarang Tumpak Sewu. Tetapi banyak yang tetap menginapnya di Kota Malang,” jelasnya. Untuk mengejar tambahan 600 ribu kunjungan, Pemkot Malang kini mengandalkan pengembangan sport tourism yang dipadukan dengan agenda event. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi program 1.000 Event yang digagas Wali Kota Malang. Menurut Arif, event olahraga memiliki efek berganda terhadap sektor pariwisata. Peserta dan pendamping yang datang dari luar daerah tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga berpotensi menginap, makan, berbelanja hingga mengunjungi destinasi wisata. “Malang sekarang mengembangkan sport tourism sudah luar biasa. Program 1.000 event-nya Pak Wali ini juga menarik wisatawan untuk hadir di Kota Malang,” tuturnya. Sejumlah event olahraga seperti lomba lari, event sepeda M112, panahan hingga karate disebut mampu mendatangkan peserta dalam jumlah besar. Bahkan, beberapa kegiatan digelar selama beberapa hari sehingga memberi dampak lebih panjang terhadap sektor jasa dan ekonomi lokal. Tak berhenti pada penyelenggaraan event, Disporapar juga akan menggandeng industri perhotelan untuk memperkuat daya tarik Kota Malang sebagai destinasi event. Arif berencana mengumpulkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang untuk membahas pemberian harga khusus bagi peserta event, terutama ketika kegiatan bertepatan dengan momentum long weekend. “Besok saya kumpulkan PHRI. Ketika ada event long weekend, kami minta diberikan diskon atau harga khusus untuk peserta,” pungkasnya. (ian/aim) - Advertisement -