TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat menyambut positif gelaran kejuaraan bulutangkis internasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Pontianak pada 25 Agustus hingga 6 September 2026. Event olahraga berskala internasional ini dinilai menjadi katalis ekonomi penting bagi industri perhotelan dan kuliner di Kota Khatulistiwa. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Kalimantan Barat, Eddy Chandra, menguraikan bahwa konsep sport tourism ini hadir di momen yang sangat tepat, yakni saat industri sedang memasuki masa sepi keterisian kamar (low season). "Secara umum, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut positif penyelenggaraan ajang bulutangkis internasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus 2026 sampai 6 September 2026 di Kota Pontianak," ujar Eddy Chandra saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026). Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran Pemerintah Eddy menjelaskan bahwa kejuaraan ini memberikan suntikan pendapatan baru di tengah tren efisiensi belanja instansi pemerintah maupun BUMN yang biasanya menjadi penyokong utama tingkat keterisian hotel. "Pihak PHRI menilai event olahraga internasional (sport tourism) memberikan dorongan signifikan terhadap industri perhotelan, terutama di saat tersebut merupakan low season," katanya. "Kegiatan berskala internasional menjadi angin segar di tengah tren penurunan atau efisiensi anggaran instansi pemerintah/BUMN, sehingga sport event berfungsi sebagai pengganti pendorong pendapatan utama bagi hotel," lanjutnya. Baca juga: Bulutangkis Internasional di Pontianak 2026, 18 Negara Siap Bertanding 25-30 Agustus Selain pemesanan kamar, perhelatan ini diproyeksikan menggairahkan ekosistem kuliner lokal (food & beverage). Mengingat Pontianak merupakan salah satu pusat destinasi wisata kuliner unggulan di Kalbar. "Selain penjualan kamar hotel, penyelenggaraan ajang ini meningkatkan pendapatan dari sektor food & beverage untuk restoran-restoran yang ada di Pontianak, dimana Kota Pontianak juga merupakan kota kuliner," ungkap Eddy. Durasi Menginap Lebih Panjang Dibanding Rapat Dinas Keunggulan utama dari kejuaraan olahraga internasional dibanding kegiatan konvensi atau rapat kerja dinas terletak pada durasi pelaksanaannya. Rangkaian turnamen yang berlangsung hingga dua pekan secara otomatis memperlama masa tinggal (length of stay) para tamu. "Berbeda dengan rapat kerja dinas yang rata-rata berlangsung 1–2 hari, ajang kejuaraan bulutangkis internasional memakan waktu pertunjukan beberapa hari hingga dua minggu, sehingga durasi inap (length of stay) tamu menjadi lebih panjang," jelasnya. Limpahan tamu yang terdiri dari ratusan atlet, official, delegasi, hingga suporter mancanegara dan lokal diperkirakan terkonsentrasi pada hotel bintang tiga hingga bintang lima di kawasan pusat kota. "Kedatangan ratusan atlet, official, delegasi, serta suporter lokal maupun mancanegara mendongkrak tingkat keterisian kamar (length of stay), khususnya pada hotel bintang tiga hingga bintang lima di wilayah pusat Kota Pontianak," tambahnya.