Sisik Ikan Disulap Jadi Kerajinan, Perempuan Paotere Didorong Naik Kelas
-
BY
Bookingina
-
Source :
Bonepos.com
- DATE 08/20/2026
MAKASSAR — Sisik ikan yang selama ini menjadi hasil samping perikanan ternyata bisa disulap menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Potensi itu kini dikembangkan para perajin perempuan di kawasan pesisir Paotere, Kota Makassar.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM serta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel memberikan pelatihan penguatan kemasan kepada para perajin.
Pelatihan berlangsung di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (20/8/2026).
Sebanyak 35 perajin perempuan dari pesisir Paotere mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dibekali pengetahuan mengembangkan kemasan yang lebih menarik, berkualitas dan ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing produk.
Dalam kegiatan tersebut, Dekranasda Sulsel juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra, yakni IWAPI Sulsel, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel.
Ketua Bidang Kemitraan Dekranasda Sulsel, Ainun Jariah, mengatakan pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan perajin dalam mengembangkan kemasan dengan memanfaatkan bahan lokal yang ramah lingkungan.
“Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai perluasan pasar produk kerajinan sekaligus membangun kemitraan untuk mendukung pengembangan pemasaran produk perajin perempuan,” kata Ainun.
Perajin perempuan Paotere selama ini telah mengolah sisik ikan menjadi berbagai kerajinan, di antaranya gantungan hingga vas bunga.
Melalui penguatan kemasan, produk tersebut diharapkan memiliki tampilan lebih menarik sehingga nilai jual dan peluang pemasarannya semakin meningkat.
Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina Sudirman, yang diwakili Tuti Setiawan, mengatakan wilayah pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan.
“Selain hasil laut, berbagai hasil samping perikanan juga berpotensi dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kreativitas dan inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan sisik ikan menjadi kerajinan membuktikan bahwa bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk bernilai estetika sekaligus ekonomi.
“Pelatihan ini bukan hanya mengenai bagaimana membuat kemasan yang menarik dan sesuai ketentuan, tetapi juga mendorong pola pikir bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah dan peluang usaha,” katanya.
Ia menilai pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk kreatif. Pengetahuan mengenai pengemasan, pemasaran hingga pengembangan usaha juga dibutuhkan agar produk mampu bersaing di pasar.
Dekranasda Sulsel berharap kerja sama dengan berbagai pihak melalui MoU tersebut dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk perajin Sulsel.
“Kami berharap kelompok usaha perempuan pesisir dapat terus mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, memiliki identitas daerah, dan memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas,” kata Tuti.
Mewakili IWAPI Sulsel, Dewi Talli mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM, terutama usaha yang dikelola perempuan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong UMKM agar terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Isma, mengatakan perajin memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menciptakan lapangan kerja.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga usaha para peserta semakin mandiri, berkembang, dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (*)