KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kinerja industri perhotelan di Balikpapan belum menunjukkan pemulihan optimal menjelang akhir 2026. Hingga penghujung Oktober, tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di kota ini masih berada di angka 52 persen.Capaian tersebut masih di bawah tingkat okupansi ideal yang diharapkan berada pada kisaran 60–65 persen. Kondisi itu mencerminkan belum maksimalnya pergerakan permintaan terhadap jasa akomodasi di tengah tekanan berbagai kondisi terkini.Padahal, memasuki dua bulan terakhir tahun ini, pelaku industri perhotelan mulai mengandalkan peningkatan aktivitas korporasi dan agenda akhir tahun untuk mendongkrak keterisian kamar.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto berujar, pergerakan okupansi menjelang akhir Oktober memang mulai terlihat, meskipun belum cukup kuat untuk membawa tingkat keterisian kamar ke target yang diharapkan.“Untuk okupansi di 52 persen. Tetapi ini masih di bawah 60 persen atau 65 persen,” sebutnya. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas pasar belum sepenuhnya pulih.Di tengah kebutuhan perusahaan untuk melakukan perjalanan dinas, rapat, maupun pertemuan dengan mitra bisnis, keputusan penyelenggaraan kegiatan kini turut dipengaruhi situasi lingkungan dan kepastian pelaksanaan acara.Salah satu faktor yang menahan pergerakan permintaan adalah tertundanya sejumlah kegiatan yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Ia menyebut, beberapa agenda yang semestinya berlangsung terpaksa dijadwal ulang akibat kondisi kabut asap.Penundaan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan kamar, konsumsi, ruang pertemuan, hingga layanan pendukung lain yang biasanya digunakan selama kegiatan berlangsung.Dari sisi segmen pasar, tamu korporasi masih menjadi penopang utama bisnis hotel. Sejumlah perusahaan yang memiliki kegiatan operasional di Balikpapan tetap mendatangkan tamu dari kantor pusat maupun unit kerja lain untuk melakukan kunjungan.Selain perusahaan, sektor perbankan juga menjadi salah satu sumber permintaan akomodasi. Kegiatan korporasi tersebut tidak selalu berhenti pada pemesanan kamar.