Berdampak Promosikan Destinasi Wisata, Ribuan Peserta dari Berbagai Negara Siap Ikuti Trail running di Karangasem
-
BY
Bookingina
-
Source :
Balipuspanews.com
- DATE 10/26/2026
- Advertisement -
- Advertisement -
KARANGASEM, balipuspanews.com – Kabupaten Karangasem mulai dilirik sebagai lokasi penyelenggaraan ajang olahraga lari lintas alam berskala internasional. Melalui Bali Coast Trail 2026, komunitas Bali Trail Running (BTR) akan membawa ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk menjajal jalur pesisir dan perbukitan Karangasem pada 12–13 Desember 2026.Ajang yang untuk pertama kalinya digelar di Karangasem ini menargetkan 2 ribu peserta. Hingga informasi terakhir, sebanyak 1.630 pelari telah mendaftarkan diri. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memeriahkan kompetisi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, khususnya kawasan Candidasa, Kecamatan Manggis.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, mengatakan panitia penyelenggara telah melakukan audiensi dengan Bupati Karangasem untuk meminta dukungan pemerintah daerah. Persiapan dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Desember 2026, sedangkan perlombaan digelar selama dua hari.Bali Coast Trail menawarkan empat kategori jarak, yakni 7 kilometer (km), 15 km, 30 km, dan 50 km. Seluruh kategori akan mengambil titik start dan finish di kawasan Candidasa.“Rencananya, rute perlombaan dirancang melintasi Kecamatan Manggis dan Bebandem, dengan karakter jalur yang memadukan kawasan pesisir, perbukitan, perkebunan, hingga jalan di sekitar permukiman warga,” ujarnya.Pemilihan Karangasem sebagai lokasi baru menjadi langkah ekspansi BTR setelah komunitas tersebut selama tujuh tahun berturut-turut menyelenggarakan kegiatan lari lintas alam di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli.Kini, Karangasem mendapat kesempatan menjadi tuan rumah dengan menawarkan karakter alam yang berbeda. Perpaduan bentang pesisir dan perbukitan menjadi potensi tersendiri untuk memperkenalkan daya tarik wilayah timur Bali kepada peserta dari berbagai negara.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariyasa, menilai kegiatan ini menjadi peluang untuk memperluas promosi destinasi wisata sekaligus mendorong peningkatan hunian hotel menjelang akhir tahun.“Kami dari PHRI sangat mendukung semaksimal mungkin untuk meningkatkan promosi destinasi wisata di Candidasa dan meningkatkan tingkat hunian,” kata Kariyasa.Menurutnya, kolaborasi antara BTR dan Pemerintah Kabupaten Karangasem ini menjadi langkah awal untuk menghubungkan kegiatan olahraga dengan pengembangan pariwisata daerah. Karena itu, manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dirasakan pelaku usaha akomodasi, restoran, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.PHRI juga mencatat perkembangan positif pemesanan kamar hotel untuk periode 11–13 Desember 2026, terutama di sekitar lokasi kegiatan. Meski demikian, Kariyasa berharap peningkatan pemesanan dapat meluas ke hotel dan akomodasi lain di kawasan Candidasa dan sekitarnya.Untuk mendukung kebutuhan peserta, sejumlah hotel dan restoran telah menjalin kerja sama dengan panitia dengan menawarkan harga khusus bagi peserta yang memesan melalui jalur tersebut. Sementara itu, pemesanan langsung melalui platform daring maupun pihak hotel tetap mengikuti tarif masing-masing properti.Namun, peluang mendatangkan ribuan pelari dari berbagai daerah dan negara itu harus diimbangi kesiapan infrastruktur, keamanan, serta kenyamanan di sepanjang lintasan.Kariyasa menyoroti kondisi sejumlah trotoar yang berlubang atau rusak. Persoalan ini perlu segera ditangani karena beberapa kategori lomba dijadwalkan mulai pada dini hari, ketika jarak pandang peserta masih terbatas.“Dari segi kenyamanan, ada beberapa trotoar yang jebol atau berlubang. Ini perlu mendapat perhatian. Kalau bisa, sebelum kegiatan sudah rampung sehingga tidak menyebabkan peserta terjatuh atau mengalami kecelakaan,” tegasnya.Selain infrastruktur, pengawasan terhadap anjing di sepanjang rute juga menjadi perhatian. Mengingat lintasan melewati kawasan permukiman dan perkebunan, diperlukan langkah antisipasi untuk mencegah gangguan terhadap pelari, termasuk risiko gigitan anjing di tengah persoalan rabies.Sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa yang dilintasi peserta juga dinilai penting. Warga perlu mengetahui jadwal, jalur, serta waktu pelaksanaan lomba agar dapat menyesuaikan aktivitasnya, terutama saat peserta melintas pada dini hari.Salah satu kategori dengan tantangan lebih besar adalah jarak 50 km yang dijadwalkan mulai pukul 04.00 WITA pada 12 Desember 2026. Peserta akan melintasi kawasan Bukit Cemara sebelum kembali melewati sejumlah jalan di sekitar permukiman.Karena itu, kesiapan jalur evakuasi, pengamanan, serta pelayanan kesehatan perlu dipastikan sejak awal. Faktor keselamatan menjadi penting agar kegiatan berskala internasional ini dapat berlangsung lancar tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat setempat.Dalam arahannya, Bupati Karangasem meminta panitia memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dengan kepolisian dan pecalang, untuk menjaga keamanan peserta maupun warga. Pemeriksaan atau skrining kesehatan peserta juga menjadi perhatian guna meminimalkan risiko selama perlombaan.Setelah audiensi, panitia dijadwalkan melanjutkan persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada desa dinas dan desa adat di Kecamatan Manggis dan Bebandem.Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan