Cirebon Mask Festival 2026 Buka Peluang bagi Dunia Usaha
-
BY
Bookingina
-
Source :
citrust.id
- DATE 10/21/2026
Cirebon Mask Festival 2026 buka peluang bagi dunia usaha. (ist)Citrust.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon menyiapkan Cirebon Mask Festival (CMF) 2026 sebagai agenda seni budaya berskala internasional yang diharapkan berlangsung rutin setiap tahun. Festival yang dijadwalkan pada 15–16 November 2026 di depan Balai Kota Cirebon ini akan mempertemukan seniman lokal dengan delegasi dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Ekuador, dan Jerman.Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, yang akrab disapa Kiki, mengatakan festival ini dirancang untuk masuk dalam kalender acara tahunan Kota Cirebon. Selain memperkenalkan seni topeng, kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik wisata yang dapat direncanakan pengunjung dari luar daerah sejak jauh hari.“Tujuan utama kami adalah menjadikan Cirebon Mask Festival sebagai bagian dari *Calendar of Events* Kota Cirebon,” kata Kiki, Kamis (22/10/2206).Menurutnya, kehadiran delegasi mancanegara menjadi pembeda utama CMF 2026 dibandingkan kegiatan seni budaya yang sebelumnya digelar di Kota Cirebon. Kolaborasi seniman lokal dan internasional diharapkan memperluas jangkauan festival sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas.“Melalui kehadiran delegasi dari luar negeri, kami berharap festival ini menjadi lebih berkembang dan membuka peluang kolaborasi dengan seniman lokal,” ujarnya.Persiapan festival saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. PHRI bersama pihak terkait terus mematangkan kebutuhan penyelenggaraan dan membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi, termasuk sponsor serta pelaku usaha di sektor kuliner.Kiki mengatakan dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari kerja sama pendanaan hingga penyediaan konsumsi bagi para seniman dan delegasi yang akan tampil. Restoran, rumah makan, kafe, maupun pelaku usaha lainnya dipersilakan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.“Kami sangat terbuka terhadap dukungan dari sponsor dan para pemangku kepentingan. Kami ingin merangkul berbagai pihak agar dapat bersama-sama menyukseskan festival ini,” kata Kiki.Ia menambahkan, PHRI juga menawarkan peluang kerja sama promosi bagi sponsor melalui berbagai media promosi yang dapat dibarter sesuai kesepakatan. Keterlibatan dunia usaha diharapkan memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan festival sekaligus membuka peluang promosi bagi pihak yang berpartisipasi.Untuk lokasi, penyelenggara telah memastikan kawasan depan Balai Kota Cirebon sebagai pusat kegiatan. Berbagai agenda disiapkan, mulai dari pertunjukan seni budaya, bazar, kegiatan UMKM, pasar seni, lomba pembuatan konten Cirebon Mask Festival, hingga lomba fotografi.PHRI turut menyiapkan kegiatan *table top* yang mempertemukan *buyer* dan *seller*, serta gala dinner VIP bersama delegasi dari luar negeri. Susunan kegiatan secara lengkap direncanakan dibagikan sekitar dua minggu sebelum festival berlangsung.Melalui rangkaian tersebut, PHRI ingin menghubungkan kegiatan seni budaya dengan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sektor perhotelan, restoran, kuliner, UMKM, hingga penjualan oleh-oleh diharapkan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung selama festival.Salah satu kegiatan yang disiapkan untuk mendukung pelaku usaha adalah pasar seni. Area ini akan mengangkat beragam makanan tradisional Cirebon, termasuk kuliner khas yang belum banyak dikenal masyarakat.Kiki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pedagang untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.“Melalui pasar seni di CMF, kami berharap berbagai kuliner unik dan makanan tradisional Cirebon dapat lebih dikenal masyarakat,” tuturnya.Selain pertunjukan dan kegiatan ekonomi kreatif, PHRI juga mempertimbangkan agenda kunjungan bagi delegasi mancanegara ke tempat kuliner dan lokasi bersejarah di Kota Cirebon. Rencana tersebut masih menyesuaikan waktu kedatangan serta jadwal kegiatan para delegasi selama berada di kota ini.Kiki menjelaskan, delegasi dijadwalkan tiba pada Minggu siang dan langsung mengikuti rangkaian acara hingga malam hari. Jika waktu memungkinkan, panitia akan mengajak mereka mengunjungi sejumlah tempat kuliner atau lokasi bersejarah.Dari sisi akses pengunjung, Cirebon Mask Festival 2026 akan digelar secara gratis dan terbuka untuk umum. Penyelenggara berharap masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni budaya sekaligus mengenal lebih jauh kekayaan tradisi yang ditampilkan dalam festival.“Kami ingin Cirebon memiliki agenda seni budaya yang rutin diselenggarakan setiap tahun sehingga wisatawan dari luar kota bisa merencanakan kunjungan sejak jauh hari,” ujar Kiki.Ia mencontohkan sejumlah kota yang memiliki agenda seni budaya rutin sehingga wisatawan dapat merencanakan kunjungan lebih awal. PHRI ingin Kota Cirebon juga memiliki acara dengan jadwal yang konsisten dan menjadi salah satu alasan wisatawan datang berkunjung.Kiki berharap Cirebon Mask Festival tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali penyelenggaraan, tetapi berkembang menjadi agenda internasional tahunan yang melibatkan lebih banyak seniman, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.Dengan kolaborasi tersebut, festival diharapkan tidak hanya memperkenalkan seni topeng kepada masyarakat internasional, tetapi juga memperluas peluang promosi pariwisata serta menggerakkan dunia usaha di Kota Cirebon. (Haris)