PHRI Sebut Fondasi Gastronomi Kota Batu Sudah Terbangun 10 Tahun, Modal Menuju Kota Gastronomi Unesco 2027 - malang.disway.id
-
BY
Bookingina
-
Source :
diswaymalang.com
- DATE 10/19/2026
BATU, DISWAYMALANG.ID- Ambisi Kota Batu untuk mendunia lewat jalur gastronomi dan masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif Dunia UNESCO (UCCN) 2027 mendapat amunisi kuat dari pelaku usaha.
Bukan sekadar mendukung di atas kertas, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menyebut fondasi gastronomi di Kota Batu justru sudah dibangun oleh pelaku usaha sejak satu dekade lalu.
Ketua BPC PHRI Kota Batu Sujud Hariadi menegaskan,penetapan kuliner sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif (Ekraf) dan langkah Pemkot Batu mendaftarkan diri ke UCCN bidang gastronomi adalah langkah yang sangat tepat dan didukung penuh.
BACA JUGA:Kapolres Batu Pimpin Apel di SMAN 2 Kota Batu, Soroti Bullying dan Kenakalan Remaja
“Tentunya hotel dan restoran di Kota Batu support 100 persen dengan langkah untuk mengangkat subsektor gastronomi sebagai unggulan Ekraf Kota Batu. Ini visi yang sejalan dengan apa yang kami lakukan di lapangan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ketua PHRI Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -
Menurut Sujud, apa yang kini menjadi program strategis Pemkot bukanlah sesuatu yang baru bagi industri perhotelan dan restoran. Ekosistem gastronomi itu sudah hidup dan tumbuh dari bawah, jauh sebelum ada wacana UCCN.
Buktinya adalah Batu Street Food Festival (BSFF), event kuliner tahunan yang konsisten digelar sejak tahun 2018. Selama 10 tahun terakhir, hotel dan restoran di Kota Batu secara swadaya mengangkat potensi pangan lokal ke panggung festival.
BACA JUGA:Pameran Jajah Ranja di Galeri Raos Batu, 34 Mahasiswa UB Ekspresikan Mimpi Masa Kecil
“Bahkan langkah mengangkat subsektor gastronomi sudah kami lakukan sejak 10 tahun lalu melalui BSFF. Jadi ketika Pemkot sekarang menjadikannya unggulan, kami tinggal memperkuatnya,” imbuhnya.
Komitmen itu terlihat jelas pada gelaran BSFF #9 tahun 2026 lalu yang mengusung tema “Pesta Rasa di Kota Wisata” pada Kamis 17 September 2026. Jika biasanya festival kuliner hanya menampilkan makanan kekinian, BSFF edisi ke-9 justru kembali ke akar.
PHRI menantang seluruh hotel dan restoran se-Kota Batu untuk berinovasi mengolah hasil pertanian ikonik Kota Batu, yakni apel, menjadi sajian hotel dan restoran berkelas melalui cooking competition. Dari apel yang biasanya hanya dijual segar atau jadi keripik, disulap menjadi saus, dessert, hingga main course yang kreatif.
BACA JUGA:3 Rekomendasi Es Campur Legendaris di Kota Batu, Ada Pak Said
Konsistensi inilah yang kemudian mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Batu, Nurochman. Menurut Sujud, Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada PHRI, panitia, dan seluruh pelaku usaha yang telah menjaga keberlanjutan BSFF hingga edisi ke-9 tanpa putus.
“Ini bukti bahwa ekosistem gastronomi Kota Batu itu bukan dibangun top-down, tapi bottom-up. Sudah tumbuh kuat dari pelaku usaha, dan sekarang bertemu dengan visi besar Pemkot untuk mendunia. Ini kolaborasi yang ideal,” jelas Sujud.