MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Okupansi hotel di Kota Magelang mencapai 90-100 persen pada periode pelaksanaan Wisuda Jurit Akademi Militer (Akmil), Kamis, 8 Oktober 2026. Kedatangan keluarga peserta wisuda dari berbagai daerah menjadi faktor utama yang mendorong tingginya tingkat hunian tersebut. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang Edi Hamdani mengatakan, tingkat hunian hotel sudah tinggi sejak sehari sebelum pelaksanaan Wisuda Jurit. BACA JUGA:Dongkrak Indeks Literasi Kota, SMPN 1 Magelang Unjuk Gigi di Festival Literasi dan Seni Ia bahkan memprediksi tingkat hunian tetap tinggi hingga sehari setelah acara, karena sebagian tamu menginap beberapa malam. "Tiga malam ini penuh, dari tanggal 7, 8, 9. Ada yang bisa lebih, ada yang sampai empat malam karena sekalian berlibur," kata Edi. Menurutnya, sebagian besar tamu hotel berasal dari luar Kota Magelang, bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa. BACA JUGA:Pulihkan Putaran Ekonomi, DPRD Kota Magelang Siapkan Evaluasi Shelter Ngesengan Orang tua peserta yang menghadiri Wisuda Jurit Akmil mendominasi kedatangan tamu tersebut. Mereka tidak hanya menggunakan jasa penginapan, tetapi juga beraktivitas di sejumlah tempat selama berada di Kota Magelang. Edi menyebut, dampak kegiatan tersebut turut dirasakan pelaku usaha lain di luar sektor perhotelan. BACA JUGA:Jendela Toko Buku Kota Magelang Sediakan Pojok Baca Gratis untuk Pelajar Restoran, UMKM, sentra kuliner, pusat oleh-oleh, hingga jasa transportasi ikut mendapat manfaat dari meningkatnya mobilitas tamu dari luar daerah. "Termasuk Gojek, Grab, kendaraan roda empat, roda dua, sampai salon dan jasa rias," ujarnya. Meski tingkat hunian hotel mencapai 90-100 persen, Edi mengatakan tidak ada kenaikan tarif kamar seperti yang biasanya terjadi saat momentum Natal, Lebaran, maupun Tahun Baru.