Pemkot Kupang dorong PHRI NTT menggerakkan ekonomi lokal Selasa, 11 Agustus 2026 21:24 WIB Wali Kota Kupang Christian Widodo (tengah) berdiskusi dengan pengurus PHRI NTT terkait penguatan kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi lokal di Kupang.  (ANTARA/HO-Pemkot Kupang) Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan ekonomi lokal melalui promosi produk UMKM dan kemitraan dengan pelaku usaha.“Pemkot Kupang selalu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan PHRI. Kami menerima dengan hati dan pikiran yang terbuka untuk segala masukan,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Selasa.Ia menjelaskan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai event sepanjang 2026 yang mampu mempromosikan pariwisata, menarik wisatawan, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.“Kalau dalam bentuk dana, pemkot memang tidak ada. Tetapi dalam bentuk sarana dan prasarana, pemkot punya dan bisa kita bantu sesuai kebutuhan,” jelasnya.Christian mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Hotel dan restoran, menurutnya, dapat menjadi ruang promosi produk UMKM lokal seperti kerajinan, pangan olahan, kopi dan teh kelor.Ia mendukung kemitraan langsung antara hotel dan restoran dengan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan sayur, buah dan bahan pangan lainnya. Pola tersebut dinilai dapat memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar petani sekaligus menjamin pasokan bagi pelaku usaha.Ia juga menyambut baik rencana Musda PHRI NTT pada 13 Agustus 2026 dan berharap regenerasi kepengurusan dapat semakin memperkuat peran PHRI dalam pembangunan daerah.“Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus berkolaborasi. Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, ekonomi bisa bergerak,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI NTT Juvenile Jodjana mengapresiasi hubungan baik yang terjalin antara PHRI dan Pemkot Kupang.Ia menyebut sejumlah persoalan, termasuk perparkiran dan perpajakan, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi.“Hubungan PHRI dengan Pemerintah Kota selama ini berjalan baik. Beberapa hal yang sempat kita diskusikan sebelumnya juga dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.Ia menyampaikan PHRI NTT saat ini menaungi hampir 100 hotel dan restoran di seluruh NTT.Namun, sektor perhotelan menghadapi tantangan akibat berkurangnya kegiatan pemerintah di hotel, yang turut berdampak pada tingkat hunian dan rencana investasi baru.Karena itu, PHRI mendorong kolaborasi dengan pemerintah melalui penyelenggaraan event yang mampu mendatangkan masyarakat dan wisatawan serta menghidupkan ekonomi lokal.PHRI juga mendorong pembentukan Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kota Kupang agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di tingkat kota lebih efektif.Di sisi lain, PHRI NTT membuka peluang agar hotel dan restoran menjadi pasar bagi produk UMKM sekaligus menyerap hasil pertanian lokal. Kerja sama langsung dengan petani dinilai dapat memangkas rantai distribusi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal. Pewarta : Editor: Anwar Maga COPYRIGHT © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.