PHRI Wisatawan Nusantara Harus Jadi Penopang Utama Pariwisata Saat Rupiah Melemah
-
BY
Bookingina
-
Source :
sigiku.com
- DATE 06/10/2026
Pewarta : Red
Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menegaskan pentingnya memperkuat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketergantungan pada wisatawan domestik dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan sektor pariwisata nasional, sebagaimana terbukti saat pandemi COVID-19.
Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, pelemahan rupiah memang dapat meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan mancanegara karena biaya berwisata menjadi relatif lebih murah. Namun, keberlanjutan industri pariwisata tetap membutuhkan dukungan kuat dari pasar domestik.
“Pengalaman saat pandemi menunjukkan bahwa wisatawan nusantara merupakan penopang utama industri pariwisata ketika kunjungan wisatawan asing menurun,” ujarnya, Rabu.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada April 2026 hanya mencapai 97,55 juta perjalanan atau turun 24,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain pelemahan rupiah, tingginya harga tiket perjalanan akibat kenaikan biaya operasional transportasi menjadi salah satu faktor yang menekan mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung memilih perjalanan jarak dekat atau “staycation”, sementara destinasi wisata utama seperti Jawa dan Bali masih menjadi tujuan yang paling diminati.
PHRI mendorong pemerintah memperkuat daya beli masyarakat agar aktivitas wisata domestik kembali meningkat dan dampak ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai daerah.
Di sisi lain, industri perhotelan terus menggencarkan promosi destinasi wisata melalui berbagai platform digital serta menghadirkan beragam program dan tema liburan untuk menarik minat wisatawan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan dukungan terhadap program “BINA Holiday & Back to School 2026” yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026. Program tersebut diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat sekaligus membantu pencapaian target 1,176 miliar perjalanan wisatawan nusantara dan 16–17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.
Post Views: 85