PHRI Pangandaran Siapkan Dukungan Penuh untuk Sukseskan Hajat Laut 2026
-
BY
Bookingina
-
Source :
Patroli Cyber
- DATE 06/10/2026
PANGANDARAN – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mulai menggalang dukungan pelaku usaha pariwisata untuk menyukseskan pelaksanaan Hajat Laut atau Syukuran Nelayan 2026 yang akan digelar pada 16 Juni mendatang. Tradisi budaya masyarakat nelayan tersebut diharapkan mampu menjadi magnet wisata yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang digelar BPC PHRI Kabupaten Pangandaran bersama para pemilik dan pengelola restoran di Pangandaran, di CK Seafood, Rabu (10/6/2026).Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan Hajat Laut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan, khususnya pada hari kerja atau weekday.Menurutnya, selama ini tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel masih didominasi akhir pekan. Karena itu, penyelenggaraan event budaya berskala besar dinilai penting untuk menciptakan pemerataan kunjungan wisata sepanjang pekan.“Hajat Laut merupakan event yang sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan. Jika dikemas dengan baik, kegiatan ini bisa membantu meningkatkan kunjungan wisata pada hari kerja sehingga tidak terlalu jomplang dengan akhir pekan,” ujar Agus.Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan bahwa Hajat Laut merupakan tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat nelayan Pangandaran.Menurut Jeje, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk rasa syukur atas hasil laut sekaligus momentum pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.“Hajat Laut itu bagian yang tidak lepas dari kehidupan nelayan. Ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.Rangkaian Hajat Laut 2026 akan diawali dengan kegiatan religius dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, tarian tradisional, hingga prosesi arak-arakan dongdang berisi tumpeng dari kawasan Pasar Wisata menuju Pantai Timur Pangandaran.Prosesi budaya tersebut diperkirakan melibatkan hampir 30 dongdang yang dibawa oleh masyarakat. Para peserta akan mengenakan pakaian pangsi hitam sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan nelayan tempo dulu yang identik dengan busana tersebut.Selain masyarakat nelayan, kegiatan juga akan melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), para bakul ikan, komunitas masyarakat, hingga rombongan kendaraan roda dua yang turut memeriahkan arak-arakan budaya.“Itu akan menjadi daya tarik tersendiri. Ada puluhan dongdang berisi tumpeng yang diarak bersama-sama. Para peserta mengenakan pakaian pangsi hitam sebagai simbol kehidupan nelayan tempo dulu,” ungkap Jeje.Tak hanya menampilkan prosesi adat, Hajat Laut 2026 juga akan menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat dan wisatawan melalui pengenalan sejarah lokal, termasuk kisah Dewi Rengganis yang berkaitan dengan kesenian Ronggeng Gunung serta berbagai cerita rakyat yang berkembang di Pangandaran.Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.Dengan dukungan HNSI, PHRI, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat, Hajat Laut 2026 diharapkan mampu berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang tidak hanya menjaga kelestarian tradisi nelayan, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan restoran, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.