Porprov Jateng 2026 Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Semarang hingga 80 Persen
-
BY
Bookingina
-
Source :
Joglo Jateng - Berita Terkini Jawa Tengah & Nasional Hari Ini
- DATE 10/28/2026
SEMANGAT: Penerimaan Kirab Api Porprov Jawa Tengah XVII 2026 oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). (HUMAS PEMKOT/JOGLO JATENG)SEMARANG, Joglo Jateng – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 berhasil menggeliatkan perputaran ekonomi di Kota Semarang. Kedatangan ribuan atlet, ofisial, dan peserta dari berbagai daerah memicu kenaikan signifikan pada tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menilai, gelaran Porprov Jateng 2026 menjadi momentum strategis yang menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).“Sangat bagus. Karena atlet yang akan bertanding di sini sangat banyak,” ujar Agustina, Selasa (27/10/2026).Dampak positif penyelenggaraan Porprov tersebut dikonfirmasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PHRI Jateng, Albert Dwijaya menyampaikan, rata-rata okupansi hotel di Kota Semarang selama Oktober 2026 melonjak hingga mencapai 80 persen, dari yang biasanya berada di kisaran 60–70 persen.“Tapi ini baru saja hari ini saya coba cek ke beberapa teman-teman terutama yang di Kota Semarang peningkatan okupansi ada dan rata-rata beberapa hotel hunian sudah mencapai 80 persen,” ungkap Albert.Tembus 90 Persen dan Meluas ke Semarang RayaAlbert memaparkan, tren peningkatan hunian hotel mulai terlihat sejak 5 Oktober dan semakin signifikan memasuki pertengahan bulan, khususnya setelah 16 Oktober. Selain faktor Porprov, maraknya agenda meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) turut menopang lonjakan pemesanan kamar.Ia optimistis keterisian hotel mampu menembus angka 90 persen pada puncak agenda kegiatan, terutama pada periode 23–26 Oktober.“Insyaallah mungkin bisa tembus 90,” ucapnya.Dampak ekonomi ini tidak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha di ibu kota Jawa Tengah, tetapi juga merembet ke kawasan Semarang Raya. Wilayah seperti Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kendal yang turut menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga juga ikut merasakan peningkatan okupansi hotel. (hfh/gih/rds)