Bandeng dan Kepiting Naik Kelas, RM Torani Balikpapan Tantang Kreativitas Koki Hotel -
-
BY
Bookingina
- DATE 10/17/2026
Chef meracik olahan kepiting dalam Creative Bandeng Competition yang digelar Rumah Makan Torani Balikpapan, Sabtu (17/10/2026), untuk mengasah kreativitas dan mengangkat potensi kuliner daerah (kotaku.co.id/ist)
KOTAKU, BALIKPAPAN-Tangan para koki dengan cekatan beradu kreativitas. Pisau bergerak mengiris bahan, bumbu diracik, sementara bandeng dan kepiting diolah menjadi sajian dengan tampilan yang menggugah selera.
Di balik setiap hidangan, ada tantangan untuk menghadirkan cita rasa sekaligus nilai tambah dari bahan pangan lokal.
Suasana itu mewarnai Kreativitas Bandeng Competition yang digelar Rumah Makan (RM) Torani Balikpapan, Sabtu (17/10/2026).
Sebanyak 12 hotel ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan para juru masak profesional untuk mengeksplorasi potensi bandeng dan kepiting melalui olahan bertema Nusantara.
Peserta terbagi dalam dua kategori. Enam hotel berkompetisi mengolah bandeng, sedangkan enam hotel lainnya menunjukkan kemampuan meracik hidangan berbahan kepiting.
Bahan yang selama ini akrab dengan meja makan masyarakat itu menjadi medium bagi para koki untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan pemahaman terhadap kekayaan kuliner Indonesia.
Kompetisi ini tidak semata-mata mencari hidangan dengan rasa terbaik. Para peserta juga ditantang menghadirkan sajian yang menarik secara visual, memiliki keunikan, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai jual.
Manager Marketing RM Torani Balikpapan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana yakni Raden Sevanka mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk mempertemukan pelaku kuliner hotel dalam ruang kompetisi sekaligus kolaborasi.
“Kami bekerja sama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Red), IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association, Red) dan ICA (Indonesian Chef Association, Red) untuk mengajak chef-chef dari hotel berkompetisi di Torani. Harapannya, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus meningkatkan kreativitas pengolahan bahan pangan lokal di Balikpapan,” kata Sevanka.
Kompetisi memasak menjadi salah satu cara untuk mendorong perkembangan industri makanan dan minuman di Balikpapan.
Para koki tidak hanya dituntut menguasai teknik, tetapi juga mampu menerjemahkan bahan baku menjadi sajian yang mempunyai karakter tersendiri.
Dalam kompetisi ini, panitia menetapkan lima aspek penilaian, yakni rasa, presentasi, tampilan produk, nilai jual atau keunikan hidangan, serta kesesuaian dengan tema.
Seluruh peserta ditantang mengolah bahan pilihan dengan tetap mengacu tema Nusantara.
Kelima aspek itu menunjukkan bahwa sebuah hidangan dinilai tidak hanya dari apa yang dirasakan lidah.
Penampilan, gagasan di balik sajian, dan peluang pengembangannya sebagai produk kuliner turut menjadi pertimbangan.
Bandeng dan kepiting memiliki karakter bahan yang berbeda. Keduanya menuntut kecermatan dalam pengolahan agar cita rasa khasnya tetap terjaga.
Di tangan koki yang kreatif, bahan tersebut juga membuka ruang untuk menghadirkan variasi sajian dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas kuliner Indonesia.
Sevanka berharap kompetisi ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha makanan dan minuman lain untuk memberi perhatian lebih besar terhadap kreativitas para koki di Balikpapan.
“Kami bergerak di bidang makanan dan minuman dan sudah cukup lama berkecimpung di industri ini. Kami berharap bisa menjadi pionir yang menggerakkan kompetisi memasak, sekaligus menginspirasi pelaku F&B (Food and Beverage, Red) lainnya untuk melihat dan mengembangkan kreativitas para koki di Balikpapan,” ujarnya.
Penyelenggaraan kali ini menjadi langkah awal RM Torani dalam membangun ruang kompetisi kuliner yang melibatkan industri perhotelan.
Panitia menyiapkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah, ditambah hadiah hiburan berupa fasilitas menginap di sejumlah hotel ternama di Balikpapan.
Lebih dari itu, kompetisi ini membuka kesempatan bagi para koki untuk saling bertukar pengalaman dan menguji gagasan di luar rutinitas dapur masing-masing.
Kolaborasi antara restoran, hotel, dan komunitas kuliner diharapkan dapat memperluas ruang inovasi industri makanan dan minuman. (*)