Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah saat menghadiri kegiatan pelantikan BPC PHRI Kota Samarinda (foto:istimewa). Kaltimkita.com, SAMARINDA - Industri perhotelan di Samarinda didorong mengubah cara mendapatkan pasar dengan memperkuat promosi kota sebagai tujuan kunjungan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dinilai dapat mengambil peran dalam mendatangkan lebih banyak tamu dari luar daerah. Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, perlu ada upaya agar masyarakat dari luar daerah memiliki alasan untuk datang dan menginap di Samarinda. Dorongan tersebut disampaikan setelah menghadiri Pelantikan Pengurus PHRI Kota Samarinda Periode 2026–2031 di Hotel Five Premiere Samarinda, Rabu (7/10/2026). Menurut Helmi, promosi tidak semestinya hanya menjual fasilitas hotel. Yang perlu ditawarkan adalah Samarinda sebagai bagian dari pengalaman perjalanan, sehingga keberadaan hotel menjadi salah satu pendukung aktivitas wisata maupun kunjungan. “Yang kedua, kita juga berharap nanti bagaimana pihak hotel juga untuk bisa mempromosikan lewat PHRI supaya tamu-tamu dari luar bisa menginap di Kota Samarinda,” jelasnya. Menurutnya, meningkatnya kunjungan dari luar daerah akan memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi. Tamu yang menginap tidak hanya menggunakan jasa akomodasi, tetapi juga berpotensi membelanjakan uang untuk makanan, transportasi, pusat perbelanjaan dan kebutuhan lainnya.  Strategi tersebut menjadi semakin relevan karena aktivitas pemerintah yang sebelumnya turut menopang bisnis hotel kini mengalami pengurangan akibat efisiensi anggaran. Karena itu, industri perhotelan dinilai perlu memperbesar pasar yang berasal dari masyarakat umum, pelaku perjalanan bisnis, wisatawan maupun pengunjung dari daerah lain. Helmi optimistis Samarinda memiliki peluang untuk meningkatkan kunjungan apabila promosi dilakukan secara bersama-sama. PHRI dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha hotel dan berbagai potensi kegiatan yang mampu mendatangkan orang ke kota ini. Ia berharap kepengurusan PHRI periode 2026–2031 tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mendorong promosi Samarinda secara lebih luas. Dengan bertambahnya kunjungan dari luar daerah, tingkat hunian hotel diharapkan meningkat dan aktivitas ekonomi yang mengikutinya ikut berkembang. Langkah tersebut sekaligus dapat membuat industri perhotelan memiliki sumber pasar yang lebih beragam dan tidak terlalu bergantung pada kegiatan pemerintah. (Adv/rk).