YOGYAKARTA – Perhelatan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 belum sepenuhnya mengangkat tingkat hunian hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meski reservasi kamar untuk periode pelaksanaan acara tersebut mulai meningkat hingga 15 persen. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan reservasi hotel pada 6-7 Oktober 2026 naik sekitar 5 hingga 15 persen. Namun, tingkat pemesanan kamar secara keseluruhan baru berada di kisaran 40 persen. “Melihat reservasi pada 6-7 Oktober, naik 5 sampai 15 persen,” kata Deddy kepada awak media, Selasa (06/10/2026). Kenaikan tersebut terutama diharapkan terjadi pada hotel yang berada di sekitar kawasan Malioboro, lokasi utama WJNC 2026 yang digelar Rabu, 7 Oktober 2026, sebagai puncak perayaan hari ulang tahun ke-270 Kota Yogyakarta. “Reservasi tanggal 6-7 Oktober sebesar 40 persen, dimungkinkan naik terutama wilayah Malioboro. Semoga bisa meluber ke barat, timur, utara, selatan,” ujarnya. Menurut Deddy, belum tingginya tingkat pemesanan kamar salah satunya dipengaruhi waktu pelaksanaan WJNC yang jatuh pada Rabu dan tidak bersamaan dengan periode libur panjang. Kondisi tersebut membuat ketersediaan kamar hotel di Yogyakarta masih cukup banyak. Situasi itu juga diperkuat oleh perubahan pilihan wisatawan terhadap akomodasi. PHRI DIY melihat adanya kecenderungan sebagian wisatawan memilih penginapan alternatif dan homestay, meski belum memiliki data mengenai proporsi wisatawan yang menggunakan jenis akomodasi tersebut. “Masih banyak tersedia kamar Jogja periode pelaksanaan WJNC ini. Ada indikasi wisatawan condong ke penginapan,homestay dan lain-lain. Ini yang tidak bisa kita pantau berapa persennya,” kata Deddy. Untuk menarik lebih banyak tamu, sejumlah hotel anggota PHRI DIY turut menawarkan program promosi bertepatan dengan perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Potongan harga yang diberikan berkisar 10 hingga 27 persen dari harga publik atau publish rate. Selain akomodasi, sejumlah restoran yang tergabung dalam PHRI DIY juga telah menerima reservasi menjelang pelaksanaan WJNC. Aktivitas tersebut menunjukkan dampak acara mulai terasa pada sektor usaha pariwisata, meski peningkatan okupansi hotel belum terlalu besar. PHRI DIY berharap pola promosi WJNC diperbaiki pada penyelenggaraan berikutnya. Promosi yang dilakukan lebih jauh hari dinilai dapat memberi kesempatan kepada wisatawan untuk menyusun perjalanan sekaligus membuka peluang peningkatan hunian hotel dan kunjungan ke berbagai sektor usaha pariwisata. “Kita berharap WJNC ini disiapkan lebih matang lagi ke depannya paling tidak 6 bulan sebelumnya bahkan 1 tahun sebelumnya sudah dipromosikan dengan event pendukungnya,” kata Deddy, sebagaimana diberitakan Kumparan, Selasa, (06/10/2026). Dengan tingkat reservasi yang masih sekitar 40 persen, PHRI DIY berharap pelaksanaan WJNC tidak hanya memusatkan kunjungan di Malioboro, tetapi turut memberikan efek ekonomi ke kawasan lain di Yogyakarta. [] Redaksi01 Post navigation