TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Industri hotel dan restoran di Sumatera Barat menghadapi tantangan meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah dampak bencana yang berulang dan persaingan antar destinasi wisata. Kondisi tersebut mendorong Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sumatera Barat memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong lahirnya atraksi dan produk wisata baru. Ketua Umum BPD PHRI Sumbar Rina Pangeran mengatakan, isu kebencanaan menjadi salah satu faktor yang sensitif terhadap sektor pariwisata. Setiap kejadian bencana dapat memengaruhi persepsi calon wisatawan hingga rencana perjalanan mereka ke Sumatera Barat. "Sumatera Barat, khususnya sektor hotel dan restoran, memang sangat sensitif terhadap isu bencana. Namun, kita harus selalu bangkit. Apa yang bisa kita lakukan, akan kita lakukan. Kita selalu berusaha mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Sumatera Barat," kata Rina saat konferensi pers di sela Musyawarah Daerah (Musda) VI BPD PHRI Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang, Kamis (1/10/2026). Baca juga: Porprov Sumbar XVI Segera Dimulai, 1.061 Atlet Padang Dilepas dengan Target Pertahankan Juara Umum Menurut Rina, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah promosi ke pasar luar daerah, termasuk wisatawan dari Malaysia. PHRI Sumbar menilai pasar Malaysia masih memiliki peluang untuk dikembangkan karena belum seluruh calon wisatawan mengenal destinasi, produk wisata, hingga pilihan akomodasi yang tersedia di Sumatera Barat. PHRI Bidik Pasar Malaysia Rina mengatakan promosi ke Malaysia tidak cukup hanya memperkenalkan nama Sumatera Barat. Pelaku industri perlu menunjukkan secara langsung berbagai pilihan yang dapat dinikmati wisatawan, mulai dari destinasi alam, kuliner, budaya hingga akomodasi hotel. "Promosi sangat penting. Pasar Malaysia perlu kita garap lebih serius karena masih banyak masyarakat di sana yang belum mengenal Sumatera Barat secara utuh. Kita harus menjemput pasar itu, memperkenalkan destinasi dan fasilitas yang kita miliki," ujarnya. Baca juga: Soal Wacana Ganti Nama BIM, Gubernur Sumbar Sebut Belum Ada Usulan PHRI Sumbar juga berencana memperluas keikutsertaan dalam pameran pariwisata di Malaysia sebagai salah satu upaya mempertemukan pelaku usaha dengan pasar potensial. Di sisi lain, Rina meminta kebijakan pemerintah terhadap sektor hotel dan restoran mempertimbangkan kondisi industri. Ia menyoroti regulasi terkait lingkungan maupun kewajiban operasional yang dinilai perlu disesuaikan dengan kemampuan pelaku usaha. "Regulasi ini penting bagi kami. Jangan sampai beban pelaku usaha semakin berat di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Kalau bisa dipermudah, tentu harus dipermudah," katanya. Baca juga: Longsor Tutup Kelok Sikumbang, Arus Padang Panjang-Batusangkar Dialihkan Lewat Ombilin PHRI Pusat Dorong Produk Kreatif Jadi Daya Tarik Wisata Sementara itu, Ketua Umum PHRI Pusat Haryadi B. Sukamdani menilai peningkatan kunjungan wisatawan tidak cukup hanya dengan mengandalkan hotel dan restoran.