Ringkasan Berita: Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Data Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat jumlah kunjungan periode Januari–Juli 2026 mencapai 6.432.526 orang. Tren ini terus meningkat dibanding periode sama tahun 2025 (6.011.370 orang) dan 2024 (5.297.140 orang). Tingkat Penghunian Kamar (TPK): Data BPS menunjukkan okupansi hotel Bintang & Non-Bintang pada Juni 2026 sebesar 29,40 persen, naik 1,43 poin dari Mei 2026 (27,97 persen) dipicu momen libur sekolah. Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu TRIBUNJATIM.COM,  BATU — Sektor pariwisata Kota Batu terus menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang pertengahan tahun ini. Data Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat jumlah kunjungan wisatawan periode Januari hingga Juli 2026 telah menembus angka 6.432.526 orang. Capaian tersebut mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 6,01 juta kunjungan, serta tahun 2024 yang mencatatkan 5,29 juta kunjungan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengonfirmasi bahwa tingginya angka kunjungan ini berbanding lurus dengan peningkatan tingkat hunian (okupansi) hotel. Baca juga: Pengalihan Guru PPPK ke Pusat Mulai 2027, Wawali Kota Batu: Ruang Fiskal APBD Jadi Lebih Lega Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Juni 2026 mencapai 29,40 persen, naik 1,43 poin dibanding Mei 2026 (27,97 persen). "Kenaikan okupansi pada periode pertengahan tahun ini sangat logis karena bertepatan dengan masa libur sekolah. Biasanya dari minggu kedua hingga ketiga, wisatawan keluarga ramai berdatangan dan menginap di Kota Batu," ujar Sujud Hariadi, Minggu (30/8/2026). Tren Baru Wisatawan: Datang Pagi, Pulang Malam Kendati grafik kunjungan dan kemacetan jalan menuju Kota Batu mengalami peningkatan, PHRI memberikan catatan khusus terkait durasi tinggal (length of stay) para pelancong yang belum pulih seperti kondisi sebelum pandemi COVID-19. Menurut Sujud, maraknya kendaraan di Kota Batu tidak serta-merta menjamin tingginya keterisian kamar penginapan atau hotel. "Sekarang ada pergeseran tren. Banyak wisatawan yang datang pagi atau siang hari untuk berwisata, lalu pada malam harinya langsung kembali pulang tanpa menginap. Jadi kepadatan lalu lintas menuju Kota Batu tidak menjamin okupansi penginapan ikut naik drastis," jelasnya. Sujud menambahkan, memasuki bulan Agustus, siklus kunjungan wisatawan biasanya cenderung melandai secara alami. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di daerah asal masing-masing.