- Advertisement - - Advertisement - KARANGASEM, balipuspanews.com – Tingkat hunian hotel di Kabupaten Karangasem mengalami penurunan pada periode Juli hingga Agustus 2026, padahal saat ini merupakan masa high season atau periode dengan tingkat kunjungan wisatawan tertinggi.Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan rata-rata tingkat hunian hotel saat ini berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Angka tersebut menurun sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.“Untuk Juli dan Agustus yang merupakan high season, rata-rata hunian berada di 60 sampai 70 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, turun sekitar 15 sampai 20 persen,” ujar Kariasa, Jumat (21/8/2026).Menurutnya, penurunan tersebut tidak terlepas dari situasi global yang masih belum stabil. Konflik dan perang di sejumlah wilayah dunia turut menciptakan ketidakpastian, termasuk terhadap perjalanan dan penerbangan internasional.Kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan menunda atau mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. Selain itu, momentum Piala Dunia juga disebut ikut memengaruhi pola perjalanan wisatawan karena sebagian memilih mengalokasikan waktu dan biaya untuk mengikuti perhelatan olahraga tersebut.“Situasi global juga berpengaruh. Terjadinya perang menghambat penerbangan dan menimbulkan ketidakpastian,” jelasnya.Khusus di kawasan Candidasa, penurunan aktivitas pariwisata juga dipengaruhi oleh adanya proyek konservasi atau penataan pantai. Aktivitas proyek tersebut, termasuk kondisi di sekitar kawasan pantai, turut menjadi perhatian pelaku usaha pariwisata setempat.Meski demikian, PHRI Karangasem berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Dengan membaiknya situasi global serta selesainya berbagai pekerjaan infrastruktur dan konservasi, tingkat kunjungan wisatawan ke Karangasem diharapkan kembali meningkat.Penulis: Gede Suartawan Editor: Oka Suryawan