Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Reservasi hotel di DIY meningkat menjelang libur peringatan HUT ke-81 RI. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, rata-rata okupansi sekitar 65 hingga 80 persen. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan reservasi hotel mulai meningkat pada 14 Agustus, dan berlangsung hingga 17 Agustus 2026.  "Alhamdulillah ada kenaikan, yang terlihat itu tanggal 14 sampai 17 Agustus, rata-rata 65 sampai 80 persen. Tapi itu baru reservasi lho, semoga nanti bisa naik lagi," katanya, Jumat (14/8/2026). Libur panjang akhir pekan Selain karena bersamaan libur panjang akhir pekan, banyaknya acara di DIY menyebabkan banyak wisatawan tertarik berwisata ke DIY. Menurut dia, peningkatan reservasi sangat membantu operasional perhotelan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Berdasarkan catatannya, wisatawan masih didominasi dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Namun ada pula reservasi dari wisatawan asal Kalimatan, Sulawesi, dan Bali.  "Agustus ini banyak event di DIY, sehingga ini sangat membantu kami. Bahkan kalau data kita reservasi sampai tanggal 25 Agustus itu sudah 40 sampai 60 persen," terangnya. Ia menyebut lama tinggal wisatawan di hotel pun meningkat tipis menjadi dua malam. Hal itu karena hotel-hotel di DIY menghadirkan berbagai inovasi. Paket spesial kemerdekaan Perhotelan di DIY menggelar berbagai acara untuk menyemarakkan HUT RI serta menghadirkan paket-paket khusus spesial Kemerdekaan.  Di samping itu, perhotelan di DIY juga menyuguhkan berbagai aktivitas di hotel bagi para tamu. Dengan demikian, tamu yang menginap lebih lama. "Event Kemerdekaan untuk tamu ada, ada paket dinner. Banyak event di hotel itu juga memperpanjang length of stay (lama tinggal). Dan sekarang kan banyak hotel yang meramu inovasi misalnya membuat batik di hotel berkolaborasi dengan UMKM, menyediakan fasilitas sepeda, itu menarik bagi wisatawan," ujarnya. Kendati reservasi hotel di DIY terbilang tinggi, namun masih terpusat di Kota Yogyakarta bagian tengah dan Kabupaten Sleman. Sementara reservasi di kabupaten lain masih belum terlalu signifikan. "Nah ini tantangan juga, karena reservasinya belum merata. Masih terpusat di Kota Yogyakarta bagian tengah dan Sleman, sementara Kulon Progo masih belum terlalu tinggi," imbuhnya. (maw)