High Season, Okupansi Wisman Jauh dari Target: Diduga Beralih ke Homestay, PHRI Promosikan Ini
-
BY
Bookingina
-
Source :
Mengupas Keunikan Yogyakarta Lewat Berita
- DATE 08/10/2026
Sepasang wisatawan mancanegara menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Kota Jogja, Senin (10/8/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
JOGJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) menginap di hotel Yogyakarta masih jauh dari angka optimal, sekalipun pada musim high season.
Pada periode Juli-Agustus, keterisiannya hanya berkisar 5-15 persen dari total keterisian seluruh tamu sebesar 65 persen.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, padahal kontribusi wisman ditarget sebesar 20-25 persen. Namun, kontribusinya belum berdampak signifikan terhadap tingkat keterisian kamar hotel.
Baca Juga: Jeff Bezos Dikabarkan Masuk Konsorsium yang Ingin Beli Saham Liverpool
“Karena kesedot ke homestay-homestay dan akomodasi lain jadi kurang optimal,” ujar Deddy saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (10/8/2026).
Deddy menyebut, minimnya minat wisman untuk menginap di hotel disebabkan karena maraknya homestay. Wisman saat ini banyak yang memilih menginap pada akomodasi dengan biaya jauh lebih murah.
Guna mendongkrak okupansi wisman di sisa Agustus, Deddy terus mempromosikan promo menginap kepada wisman melalui sosial media dan biro perjalanan wisata. Bahkan juga diberikan tarif khusus bagi wisman yang menginap lebih dari dua hari di hotel anggota PHRI.
Baca Juga: Mereda! DLH Jogja Tindaklanjuti Keluhan Pencemaran Pabrik Kulit di Prawirodirjan
Ini sebagai upaya untuk meningkatkan masa tinggal wisman yang sampai saat masih berada di kisaran 2-3 hari.
Berdasarkan pengamatan PHRI, kunjungan wisman di Jogjakarta didominasi oleh pasar ASEAN seperti Malaysia. Namun juga ada sebagian kunjungan dari wisatawan asal Tiongkok, Jepang, India, serta negara Eropa.
“Ini sudah lumayan ada pergerakan,tapi memang belum optimal,”uajrnya.
Baca Juga: PSS Sleman Masih Ingin Datangkan Pemain Lokal Baru
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengatakan, terus berupaya mendongkrak kunjungan wisman ke Kota Jogja. Salah satunya dengan menghadirkan pengalaman budaya lokal bagi wisman lewat program Bule Mengajar dan Kampung Inggris.
Lalu promosi melalui platform digital guna memperkuat Jogja sebagai destinasi wisata.
Di samping itu, dinas juga menyiapkan event berskala internasional seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). Kemudian dilakukan sinergi dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan ekosistem pariwisata.
“Semua upaya ini dilakukan dalam upaya meningkatkan jumlah pergerakan wisatawan mancanegara, lama tinggal wisatawan mancanegara dan meningkatnya belanja wisatawan mancanegara,” tambahnya. (inu/wia) Editor : Winda Atika Ira Puspita