Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hotel Pose In Solo merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-14 dengan menggelar kegiatan Fun Run yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai komunitas serta anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Pose In Solo, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2026). Selain menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi hotel, Fun Run tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara manajemen hotel dengan komunitas serta pelaku industri perhotelan di Kota Solo. Pemilik Hotel Pose In Solo, Sri Haryanto MT atau yang akrab disapa Bapak Gareng, mengatakan perayaan ulang tahun ke-14 menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan hotel yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, Hotel Pose In Solo memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya berkembang menjadi seperti saat ini. Hotel tersebut sebelumnya merupakan Hotel Mawar Indriya yang kemudian dibeli dan dikembangkan hingga menjadi Hotel Pose In Solo. "Ini untuk meramaikan dan merayakan ulang tahun Pose In yang ke-14. Dulu Pose In sejarahnya dari Hotel Mawar Indriya, kita beli dan kita bangun. Sekarang sudah 14 tahun, semoga acara ulang tahun ini mendapat berkah dari semuanya," ujar Gareng, Sabtu (8/8/2026). Memasuki usia ke-14 tahun, Gareng menilai Hotel Pose In Solo sudah berada dalam fase yang lebih matang. Karena itu, pihaknya mulai melakukan berbagai pembenahan dan pemeliharaan fasilitas hotel agar tetap mampu bersaing dengan hotel-hotel baru yang terus bermunculan di Kota Solo. Salah satu pembenahan yang mulai dilakukan adalah penggantian perangkat televisi di seluruh kamar hotel. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan kenyamanan tamu sekaligus menjaga kualitas pelayanan. "Usia 14 tahun ini sudah dewasa, sudah tua. Saya mulai melakukan pemeliharaan-pemeliharaan. Mulai dari TV di setiap kamar saya ganti semua. Nanti yang lainnya dipelihara dengan baik, direnovasi agar tidak kalah dengan hotel-hotel yang baru," jelasnya. Sri menegaskan, pemeliharaan fasilitas menjadi salah satu perhatian penting bagi manajemen. Menurutnya, hotel yang telah beroperasi cukup lama harus terus melakukan perawatan dan pembaruan agar tidak tertinggal dari kompetitor, terutama di tengah perkembangan industri perhotelan di Kota Solo yang semakin dinamis.