BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemadaman listrik yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan pihak perhotelan di Banjarmasin, sebab untuk biaya mengoperasikan genset butuh biaya banyak. Disampaikan Budi Salim, Ketua BPC PHRI (Persatuan Hotel & Restoran Indonesia) Kota Banjarmasin, pemadaman juga melanda industri perhotelan dan sebelumnya PLN memberitahukan melalui surat ke sejumlah hotel yang masuk wilayah pemadaman. "Isi surat, hotel-hotel disuruh mematikan listrik dan memakai genset," katanya. Mengoperasikan genset berkorelasi dengan biaya yang melonjak sekali karena harga BBM sekarang yang tinggi. "Alasan PLN (pemadaman) adalah dayanya (listriknya) mau dipindahkan untuk masyarakat. Kami dari industri tidak masalah, jika betul-betul diperlukan, tapi harus ada kompensasi yang seimbang akibat biaya yang tinggi dari pemadaman ini," kata Budi. PHRI Banjarmasin juya menyampaikan kepada pihak PLN agar jangan benturkan industri dan masyarakat. "Kami (perhotelan ) adalah pelanggan PLN juga. Sudah tarif tinggi, tapi tidak dapat layanan yang baik, sama seperti dialami masyarakat," ujar Budi. Lanjutnya, Banjarmasin ini sudah cukup maju jangan karena miss management di PLN, ekonomi kita semua jadi mundur. "Biaya BBM setiap pemadaman 6 jam itu mencapai Rp3-10 juta, itu utk biaya BBM saja," tukas Budi. Sambungnya, selama ini mereka tidak pernah protes dan menuntut kompensasi dari PLN untuk setiap pemadaman, jika itu kerusakan yang wajar.  "Tapi kalau seperti minggu ini (pemadaman) terus, kami wajar keberatan. Ini sudah dirasakan mulai bulan yang lalu dan masyarakat rasakan juga," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)