Ringkasan Berita: JFC Red Carpet 2026 dihadiri sejumlah selebritas nasional, termasuk Christine Hakim, Bubah Alfian, dan Puteri Indonesia 2026.  Bupati Jember, Jatim, Muhammad Fawait menilai JFC menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan.  PHRI Jember mencatat okupansi hotel selama penyelenggaraan JFC rata-rata mencapai lebih dari 80 persen.  Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas dan seni budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.  Pemerintah Kabupaten Jember menilai penyelenggaraan JFC mampu mendorong perputaran uang, meningkatkan kunjungan wisatawan, hingga menggerakkan sektor perhotelan dan pelaku usaha mikro. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri JFC Red Carpet yang digelar di Pendapa Wahyawibhawagraha Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026) malam. Malam penghormatan bagi para tamu JFC itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya aktris senior Christine Hakim, penata rias Bubah Alfian, serta tiga finalis Puteri Indonesia 2026. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, Ketua TP PKK Jember Ghyta Eka Puspita, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Jember. Fawait menegaskan bahwa JFC telah berkembang menjadi agenda strategis yang tidak hanya mengangkat nama Jember di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. "Karena ini bisa menjadi instrumen strategis perputaran uang, dan turut mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember," ujar Fawait. Menurutnya, Jember memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang. Kehadiran JFC semakin memperkuat identitas tersebut sebagai ruang pembinaan talenta di industri kreatif dan seni karnaval. Baca juga: Jember Luncurkan Layanan Homecare, Wamenkes Sebut Berpotensi Jadi Percontohan Nasional JFC Dongkrak Okupansi Hotel dan Omzet UMKM Fawait mengatakan penyelenggaraan JFC memberikan dampak positif bagi berbagai sektor usaha, baik formal maupun informal. Selama rangkaian acara berlangsung, tingkat hunian hotel mengalami peningkatan signifikan. Kondisi serupa juga dirasakan para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang memperoleh lonjakan omzet berkat meningkatnya jumlah wisatawan. "Pelaku UMKM dan pedagang kecil juga mengalami lonjakan omset yang signifikan," ujar Fawait. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menjadikan berbagai agenda budaya sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah melalui efek berganda (multiplier effect), bukan sekadar hiburan semata. PHRI: Okupansi Hotel Tembus Lebih dari 80 Persen Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Tegoeh Soeprajitno, membenarkan bahwa penyelenggaraan JFC berdampak langsung terhadap sektor perhotelan.