PHRI Kota Malang Pacu Kolaborasi Antarhotel dan Pemenuhan Regulasi Usaha
-
BY
Bookingina
-
Source :
Malang Posco Media
- DATE 07/22/2026
Malang Posco Media, Malang – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang terus memacu sinergi antarmanajemen hotel demi memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Langkah ini ditegaskan dalam agenda pertemuan bulanan yang berlangsung di Riche Heritage Hotel Kayutangan, Malang, Senin (20/7) lalu.
Forum rutin tersebut menjadi ajang krusial bagi para pelaku industri perhotelan untuk saling berbagi pandangan, membedah kendala operasional, hingga menelurkan solusi bersama. PHRI Kota Malang berkomitmen merangkul seluruh lini anggotanya tanpa membeda-bedakan, mulai dari akomodasi kelas melati hingga hotel berbintang lima.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menggarisbawahi pentingnya pemenuhan regulasi usaha perhotelan di tengah dinamisnya aturan industri saat ini. Beberapa poin penting yang disoroti antara lain sertifikasi halal, tata kelola pemanfaatan air, perizinan Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA), hingga penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
“Terkait perkembangan terkini, regulasi sertifikasi halal ada batas waktunya hingga Oktober. Begitu pula dengan izin air bawah tanah (SIPA) yang harus segera dipenuhi. Bagi yang belum memiliki, kami siap mendampingi dan memfasilitasi prosesnya, minimal melalui sosialisasi yang tepat,” ujar Agoes.-Advertisement-
Selain kepatuhan aturan, PHRI Kota Malang mendorong kerja sama konkret agar pengelola hotel kecil dapat tumbuh seimbang dengan hotel berbintang. Pasalnya, tak sedikit hotel berskala kecil yang sejatinya memiliki standar pelayanan dan fasilitas yang mumpuni.
Agoes menilai, model bisnis modern tidak lagi bisa berjalan secara terisolasi. Keberlanjutan sektor perhotelan sangat bergantung pada jejaring kolaborasi multi-pihak yang melibatkan masyarakat, pemerintah, sesama pelaku usaha, hingga media massa.
“Di era sekarang kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi lintas sektor—dengan masyarakat, pemerintah, rekan sesama pelaku pariwisata, hingga insan pers yang punya peran vital dalam publikasi,” tambahnya.
Melalui konsolidasi berkala ini, para pengelola hotel diharapkan mampu menyusun langkah strategis guna menjaga keberlangsungan bisnis di tengah efisiensi ekonomi nasional, sekaligus menjadi wadah penyampaian aspirasi bagi kebijakan pariwisata di Kota Malang. (nda)
-Advertisement-