Nganjuk - Sebanyak lebih dari 400 kamar hotel di Nganjuk telah terpesan. Ratusan kamar itu dipesan untuk para peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Ke-35 yang bakal digelar di Jombang pada akhir Agustus 2026.Ada 15 hotel anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Nganjuk penyedia kamar tersebut yang sudah penuh. Kamar-kamar itu telah dipesan untuk ditempati mulai 26 sampai 31 Agustus 2026.Seperti diketahui, Muktamar NU ke-35 akan diselenggarakan mulai tanggal 27 Juli hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Ketua PHRI Nganjuk, Yudi Mardigdo menyampaikan bahwa pemesanan telah dilakukan sejak sepekan lalu oleh panitia Jawa Timur melalui Bupati Marhaen Djumadi."Kami, PHRI dimintai tolong panitia melalui Pak Bupati, untuk menyediakan kamar bagi peserta Mukmatar NU yang akan digelar di Jombang," ungkap Yudi ditemui detikJatim, Selasa (21/7/2026).Menurut Yudi, PHRI Nganjuk telah menyediakan 400 lebih kamar dari 15 anggota, tersebar di Nganjuk kota dan Kertosono."Jadi semua kamar hotel anggota kami sudah ter-booking mulai 26 sampai 31 Agustus 2026. Untuk lima hari," tambahnya.Kata Yudi, kamar yang disediakan tersebut semua tipe, dengan harga tetap normal."Untuk harga tetap normal. Apalagi ini untuk keperluan Muktamar NU," tegasnya.Sementara pemilik Hotel Istana Nganjuk, Bagus Setyo Nugroho membenarkan bahwa berdasarkan permintaan pengurus PHRI, pihaknya diminta menyediakan kamar untuk peserta Mukmatar NU."Kami dihubungi pengurus PHRI Nganjuk, ada kebutuhan untuk jumlah kamar peserta Muktamar NU. Kami sediakan 50 kamar semua tipe, baik single atau double bed," ungkap Bagus kepada detikJatim.Bagus mengaku, meski telah menyediakan kamar untuk peserta Muktamar NU, pihaknya masih menerima tamu reguler, kurang lebih 20 kamar."Jadi 50 kamar di tempat kami untuk peserta Mukmatar NU, sudah di-DP. Intinya kami mendukung penuh pelaksanaan Mukmatar," tambahnya.Dengan pemesanan kamar untuk peserta Muktamar NU tersebut, okupansi hotel yang berada di Jalan Raya Madiun KM1 Kedondong, Nganjuk itu meningkat 50 persen lebih. Simak Video "Video: Cak Imin-Nusron Wahid Bicara soal Konsolidasi Jelang Muktamar NU" (auh/dpe)