Jumlah pembaca: 1,593 Ketua BPC PHRI Sleman Andhub Pakerti. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com) Sleman, Kabarterdepan.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman menilai penyelenggaraan berbagai event masih menjadi faktor utama yang mampu menjaga tingkat hunian hotel di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, mengatakan dampak positif tersebut terlihat dalam dua pekan terakhir saat berlangsungnya Jogja Mandiri Marathon dan Prambanan Jazz di kawasan Prambanan. Kedua agenda itu berhasil mendongkrak okupansi hotel hingga mendekati penuh. “Kalau liburan sekolah kemarin dan akhir pekan dua minggu terakhir, saat Prambanan Jazz hotel anggota kami penuh. Seminggu sebelumnya waktu Mandiri Marathon juga okupansinya tinggi,” kata Andhu saat ditemui wartawan. Event Besar Dongkrak Okupansi Hotel Ia menjelaskan, okupansi hotel saat Prambanan Jazz mencapai 100 persen. Sementara selama penyelenggaraan Jogja Mandiri Marathon, tingkat hunian berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Meski demikian, Andhu menilai kondisi tersebut belum mencerminkan pemulihan sektor perhotelan secara menyeluruh. Menurutnya, tekanan ekonomi membuat masyarakat semakin selektif mengeluarkan biaya untuk berwisata. Ia melihat banyak wisatawan kini memilih datang tanpa menginap, atau memanfaatkan rumah kerabat, teman, maupun guest house sebagai alternatif akomodasi. “Sebagian memilih perjalanan singkat tanpa bermalam, atau menginap di rumah teman, saudara maupun guest house. Itu dipengaruhi kondisi ekonomi,” ujarnya. Menurut Andhu, kecenderungan tersebut masih akan berlangsung apabila kondisi ekonomi belum membaik. Ia menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan kebutuhan pokok membuat anggaran untuk hiburan menjadi pos yang pertama dikurangi masyarakat. “Nilai dolar sampai sekarang belum turun signifikan. Kebutuhan dasar naik, sehingga anggaran untuk hiburan pasti dipangkas,” katanya. Dispar Sleman Perkuat Promosi Wisata Berbasis Event Suasana Prambanan Jazz. (Instagram/prambananjazz) Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan pihaknya terus memperkuat promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui kegiatan table top dan travel dialog bersama pengelola destinasi, penyelenggara event, hingga pelaku industri pariwisata. Menurutnya, event memiliki peran penting sebagai penggerak sektor pariwisata karena mampu menjadi alasan utama wisatawan datang ke suatu daerah. “Pariwisata tidak hanya ditopang destinasi, tetapi juga event. Ketika event dipromosikan dengan baik, wisatawan akan datang dan travel agent lebih mudah menawarkan paket wisata ke Sleman,” ujarnya. Kus menambahkan, Dispar Sleman juga aktif memperkenalkan berbagai potensi wisata, mulai dari desa wisata, candi, museum hingga destinasi lainnya kepada jaringan travel agent. Bahkan, pihaknya turut memanfaatkan penyelenggaraan event di kabupaten lain di DIY agar wisatawan tetap memilih menginap di Sleman. “Prinsip kami, silakan menikmati event di mana pun, baik di Kota Yogyakarta, Bantul maupun Gunungkidul. Yang penting wisatawannya tetap menginap di Sleman,” pungkasnya. Navigasi pos