Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang mencatat lonjakan okupansi signifikan sepanjang tahun 2026. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya intensitas penyelenggaraan kegiatan (event), libur sekolah, serta penerapan strategi kolaboratif berbasis konsep pentahelix. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kota Malang, Agoes Basoeki, mengungkapkan bahwa program “1.000 Event” besutan pemerintah daerah sukses mendongkrak keterisian kamar hotel. Pada hari biasa, okupansi berkisar antara 40 hingga 50 persen, namun melonjak hingga 80 persen saat ada acara berlangsung. “Lonjakan kunjungan wisatawan ini memberikan efek domino (multiplier effect) yang langsung dirasakan oleh pelaku UMKM serta penyedia jasa transportasi,” ujar Agoes. Selain okupansi, durasi tinggal (length of stay) wisatawan juga meningkat dari rata-rata satu malam menjadi dua malam. Kota Malang kini kerap dijadikan basis menginap bagi wisatawan yang berlibur ke wilayah tetangga, seperti Kota Batu. Geliat sektor akomodasi ini diproyeksikan bertahan hingga bulan depan. Pada Agustus 2026, Kota Malang dijadwalkan menjadi lokasi transit kegiatan nasional komunitas Harley Davidson se-Indonesia yang diperkirakan mendatangkan 4.000 peserta sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Bali. Meski tumbuh positif, sejumlah tantangan infrastruktur mendesak diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Masalah keterbatasan lahan parkir, pengelolaan sampah, serta kerusakan fasilitas taman kota menjadi keluhan utama pengunjung. Pemkot Malang didorong mengoptimalkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk perbaikan fasilitas publik, serta mengontrol harga sewa tempat agar tetap kompetitif bagi penyelenggara acara. Di sisi lain, destinasi baru seperti wisata belanja Pasar Oro-Oro Dowo dan jelajah perkampungan Kayutangan Heritage terus diminati. Guna menyokong ekosistem ini, Pemkot Malang tengah mematangkan program armada becak tradisional dan menjajaki penggunaan becak listrik sebagai paket wisata terintegrasi yang menghubungkan hotel, Simpang Balapan, Alun-Alun, Kayutangan, hingga Stasiun Malang. (Ftm/A.Y)