Home Tribun Etam Samarinda Berita Samarinda Terkini Pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Samarinda baru-baru ini mulai memberikan dampak nyata bagi sektor perhotelan Tayang: Kamis, 2 Juli 2026 14:44 WITA TRIBUNKALTIM.CO/Mohammad FairoussaniyDAMPAK KE PERHOTELAN -  Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda sekaligus General Manager (GM) Hotel Grand Kartika Samarinda, Armunanto Somalinggi . Ia mengungkapkan pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Samarinda baru-baru ini mulai memberikan dampak nyata bagi sektor perhotelan. (TribunKaltim.Co/ Mohammad Fairoussaniy)    Ringkasan Berita: Pemadaman listrik bergilir di Samarinda menyebabkan lonjakan biaya operasional hotel untuk bahan bakar genset. Gangguan listrik mendadak merusak perangkat UPS dan melumpuhkan sistem komputerisasi pelayanan tamu. Pihak hotel terpaksa melakukan proses check-in secara manual selama satu jam akibat kerusakan server. PHRI Samarinda berharap stabilitas pasokan listrik segera pulih demi menjaga iklim bisnis akomodasi TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Samarinda baru-baru ini mulai memberikan dampak nyata bagi sektor perhotelan.  Tak hanya memicu lonjakan biaya operasional untuk bahan bakar genset, pemadaman yang terjadi mendadak ini juga sempat mengganggu sistem komputerisasi pelayanan tamu. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda sekaligus General Manager (GM) Hotel Grand Kartika Samarinda, Armunanto Somalinggi.  Menurutnya, pemadaman berdurasi sekitar 2,5 hingga 3 jam tersebut memaksa pihak hotel mengeluarkan biaya ekstra yang tidak sedikit untuk menjaga operasional tetap berjalan. "Yang jelas kemarin itu lumayan ya, ada 2,5 jam sampai 3 jam kita pemadaman. Pasti ada cost tambahan di situ, terutama untuk pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak) genset," ujar Armunanto saat ditemui Tribunkaltim.co, Kamis (2/7/2026). Baca juga: Berikut Daftar 41 Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir di Bontang Hari Ini Meski belum merinci total kerugian secara finansial, ia berharap pemadaman bergilir ini tidak menjadi agenda berkepanjangan. Rekomendasi Untuk Anda Pasalnya, saat ini industri perhotelan tengah berupaya melakukan efisiensi pengeluaran. Selain masalah pembengkakan biaya operasional, Armunanto membeberkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba sempat memicu kendala teknis pada sistem operasional hotel. Meskipun sebelumnya sudah ada pemberitahuan terkait rencana pemadaman dari pihak penyedia listrik, ketidakpastian waktu atau jam operasional padam membuat pihak hotel minim persiapan.  Sialnya lagi, perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) yang berfungsi menjaga stabilitas daya komputer saat listrik padam, justru mengalami eror akibat hentikan daya yang mendadak. "Sistem kami sempat *trouble*. Seharusnya kalau ada UPS, begitu mati lampu sistem tetap on. Tapi karena mati lampunya tiba-tiba—dan selama ini memang jarang mati lampu—UPS kami ikut kena dan rusak," jelasnya. Akibat gangguan teknis pada sistem operasional tersebut, pelayanan terhadap tamu hotel sempat terhambat. Pihak manajemen terpaksa beralih ke sistem konvensional demi menjaga pelayanan tetap berjalan. "Dampaknya ke sistem, jadi kami sempat harus check-in tamu secara manual menggunakan form kertas. Itu berjalan sekitar 30 menit sampai satu jam," tambah praktisi hospitality tersebut. Pelayanan baru kembali normal dan beralih ke sistem komputerisasi setelah gangguan teknis pada server hotel berhasil ditangani.  Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim, Pengamat Ekonomi UINSI Soroti Dampak Buruk Bagi UMKM Pihak PHRI berharap keandalan pasokan listrik di Samarinda dapat segera stabil kembali agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan maupun iklim bisnis akomodasi di ibu kota Kaltim. “Kita dari pengelola hotel berharap tentunya agar pemadaman tidak terjadi lagi, serta ada semacam relaksasi dari pihak terkait atas gangguan ini,” tandasnya. (*)