PHRI Kabupaten Magelang Sebut Kenaikan Harga BBM Mulai Pengaruhi Minat Wisata dan Hunian Hotel
-
BY
Bookingina
-
Source :
Tribunjogja.com
- DATE 06/10/2026
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax, mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Magelang.
Salah satu indikasi yang muncul adalah berubahnya pola perjalanan wisatawan yang kini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan biaya untuk berlibur.
Diketahui, harga BBM jenis Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per 10 Juni 2026 hari ini.
Kenaikan harga Pertamax ini resmi diumumkan oleh Pertamina melalui unggahan di akun media sosialnya.
Kenaikan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia.
Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin, mengatakan perubahan paling terlihat dari kebiasaan wisatawan dalam melakukan pemesanan penginapan."Biasanya tamu sudah merencanakan perjalanan dan memesan kamar jauh-jauh hari. Sekarang banyak yang memilih menunggu dan baru memutuskan pemesanan kamar secara mendadak," kata Usep.Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kehati-hatian masyarakat terhadap pengeluaran, terutama untuk kebutuhan sekunder seperti wisata dan rekreasi."Ketika ada kenaikan BBM, yang muncul bukan hanya hitungan biaya bahan bakarnya saja. Ada kekhawatiran berantai terhadap pengeluaran lain sehingga orang mulai mengurangi belanja yang dianggap bukan kebutuhan pokok," ujarnya.
Baca juga: Pertamina Naikan Harga Pertamax jadi Rp 16.250 Per Liter
Sektor Sensitif
Usep menilai sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang cukup sensitif terhadap perubahan daya beli masyarakat karena keputusan untuk bepergian sangat bergantung pada rasa aman secara ekonomi."Kalau kebutuhan pokok tentu tetap dibeli. Tapi untuk liburan, orang sekarang lebih banyak berpikir ulang. Akhirnya perjalanan ditunda, dipersingkat, atau diputuskan mendekati hari keberangkatan," katanya.Ia menjelaskan, dampak tersebut lebih terasa bagi industri penginapan di Magelang yang selama ini banyak bergantung pada kunjungan wisatawan luar daerah."Kalau sektor kafe masih cukup ditopang masyarakat lokal. Tapi hotel dan penginapan lebih banyak mengandalkan tamu dari luar daerah sehingga dampaknya lebih terasa," jelasnya.Meski demikian, Usep melihat sebagian masyarakat tetap memilih melakukan perjalanan sebagai cara untuk melepas tekanan akibat kondisi ekonomi."Di Magelang ada fenomena menarik. Ada tamu yang tetap datang karena ingin menghibur diri. Mereka mungkin tidak mengaku terdampak, tetapi memilih tetap berwisata untuk mencari suasana baru," ujarnya.Selain berdampak pada perilaku wisatawan, kenaikan biaya juga mulai dirasakan dari sisi operasional usaha.Menurut Usep, perubahan harga energi dan pergerakan biaya kebutuhan dasar berpotensi memengaruhi seluruh rantai industri pariwisata."Ketika biaya dasar bergerak, dampaknya akan ikut ke operasional usaha. Karena itu pelaku pariwisata sekarang lebih fokus menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan pelayanan agar wisatawan tetap datang," katanya.PHRI Kabupaten Magelang berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan daya beli masyarakat dapat kembali pulih sehingga sektor pariwisata tetap bergerak dan memberi dampak bagi perekonomian daerah. (*)