Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menekankan pentingnya mendongkrak pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) saat nilai tukar rupiah terhadap dolar sedang melemah."Kita harus banyak belajar kejadian waktu COVID-19 dulu, bagaimana andalan utama itu adalah wisatawan nusantara dibandingkan wisatawan mancanegara. Apalagi di tengah situasi seperti ini," kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.Yusran menilai bahwa nilai tukar rupiah melemah dapat menjadi sebuah keuntungan bagi wisatawan mancanegara mendapatkan harga yang murah ketika ingin membeli tiket untuk berkunjung dan menjelajahi keindahan Indonesia. Dia sepakat bahwa situasi ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.Baca juga: PHRI dukung pemerintah tertibkan OTA asing dan akomodasi ilegalMenurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), mobilitas perjalanan wisnus pada April 2026 mencapai 97,55 juta atau turun 24,14 persen dibandingkan April 2025. Selain rupiah yang melemah, kenaikan harga avtur yang berpengaruh pada tingginya harga tiket menjadi faktor berikutnya.Masyarakat dalam negeri lebih memilih untuk melakukan perjalanan atau menginap dalam jarak dekat (staycation) dan tidak menyebar keluar daerah lain. Selain itu, pekerja juga perlu mengambil cuti untuk bisa bepergian lebih jauh meskipun sudah ada kebijakan Work From Anywhere (WFA).Hal itu menyebabkan wisnus cenderung menumpuk di destinasi-destinasi yang familier seperti Jawa atau Bali.Yusran berharap pemerintah dapat membuat daya beli masyarakat semakin meningkat sehingga dampak pariwisata bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas dan merata.Industri perhotelan secara masif berkoordinasi dengan para mitra untuk mempromosikan keindahan destinasi di sebuah daerah melalui berbagai platform media sosial sehingga kunjungan wisatawan dapat meningkat dan memantapkan pilihan untuk menginap di hotel terdekat. Di samping itu, pengelola hotel, kata PHRI, juga rutin menyiapkan tema-tema untuk menyambut wisatawan sesuai dengan waktu liburan.Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Senin (8/6), mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan program BINA Holiday & Back to School 2026 yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026.Dia berharap program itu dapat meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara sebesar 1,176 miliar perjalanan dan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16-17 juta.Baca juga: PHRI apresiasi Disparekraf DKI perkuat promosi wisata di pasar ChinaBaca juga: BPS catat kunjungan wisman dan wisnus Maret 2026 naik signifikanBaca juga: Indonesia punya potensi besar kembangkan pariwisata mewah autentikBaca juga: Kampung Internet dongkrak potensi pariwisata Desa Jeruk Manis LombokPewarta: Hreeloita Dharma ShantiEditor: Natisha Andarningtyas Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.