5 Fakta Terkini 4 Hotel di Kaltim Dijual akibat Okupansi Turun: Ancaman PHK hingga Harapan PHRI
-
BY
Bookingina
-
Source :
Tribunkaltim.co
- DATE 06/09/2026
Home
Tribun Etam
Samarinda
Berita Kaltim Terkini
Industri hotel Kaltim 2026 sedang tertekan. Okupansi turun, 4 hotel di Samarinda dan Balikpapan dijual, ancaman PHK mengintai.
Tayang: Selasa, 9 Juni 2026 12:28 WITA
Grafis Tribun Kaltim/Canva4 HOTEL DIJUAL - Ilustrasi bangunan hotel. Empat hotel di Balikpapan dan Samarinda dijual, PHK jadi opsi terakhir yang diupayakan pelaku usaha. PHRI khawatirkan efek domino jika terjadi PHK
Ringkasan Berita:
Industri perhotelan Kalimantan Timur tengah menghadapi tekanan berat akibat penurunan okupansi, efisiensi anggaran pemerintah, dan melambatnya sektor pertambangan.
PHRI mengungkapkan empat hotel di Balikpapan dan Samarinda telah ditawarkan untuk dijual. Banyak hotel menerapkan sistem kerja bergilir dan penghematan operasional untuk menghindari PHK.
Pelaku usaha berharap pemerintah memperbanyak event nasional guna membantu pemulihan sektor perhotelan.
TRIBUNKALTIM.CO - Industri perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menghadapi tekanan berat sepanjang 2026.
Penurunan tingkat hunian kamar, berkurangnya kegiatan pemerintah akibat efisiensi anggaran, hingga melambatnya sektor pertambangan membuat sejumlah hotel kesulitan menjaga pendapatan.
Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga mulai mengancam lapangan kerja, penerimaan pajak daerah, hingga daya beli masyarakat.
Bahkan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur mengungkapkan ada empat hotel di Balikpapan dan Samarinda yang saat ini ditawarkan untuk dijual.
Baca juga: 4 Hotel di Balikpapan dan Samarinda Dijual, PHK Jadi Opsi Terakhir, PHRI Khawatirkan Efek Domino
Berikut lima fakta terkini kondisi industri perhotelan Kaltim yang tengah menjadi sorotan.
1. Tingkat Hunian Hotel Menurun Signifikan
Ketua BPC PHRI Samarinda, Lenny Marlina, mengatakan industri perhotelan sedang menghadapi masa sulit yang tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur, tetapi juga hampir di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Untuk Anda
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah membuat banyak kegiatan yang sebelumnya digelar di hotel kini dialihkan ke fasilitas milik instansi masing-masing.
"Karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah, secara otomatis kegiatan-kegiatan mereka menjadi terbatas. Kondisi hotel saat ini bukan cuma di Kaltim, hampir seluruh Indonesia mengalami hal yang sama," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Selama ini, instansi pemerintah menjadi salah satu pasar utama hotel. Ketika kegiatan rapat, pelatihan, dan perjalanan dinas berkurang, tingkat okupansi hotel pun ikut tertekan.
2. Empat Hotel di Balikpapan dan Samarinda Ditawarkan untuk Dijual
Tekanan bisnis yang semakin berat membuat sejumlah pemilik hotel mengambil langkah besar.
Sekretaris PHRI Kalimantan Timur, Febri Yudiono, mengungkapkan sedikitnya empat hotel di Balikpapan dan Samarinda saat ini telah ditawarkan kepada investor atau calon pembeli.
"Untuk saat ini yang sudah masuk informasinya ke PHRI itu ada empat," ujar Febri saat ditemui di Balikpapan, Senin (8/6/2026).
Hotel yang ditawarkan tersebut berasal dari berbagai kategori, mulai dari hotel nonbintang, hotel bintang dua, hotel bintang tiga hingga hotel bintang empat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan usaha tidak hanya dirasakan satu segmen tertentu, melainkan hampir merata di seluruh industri perhotelan.
3. Hotel Terapkan Efisiensi dan Sistem Kerja Bergilir
Menurunnya pendapatan membuat sejumlah hotel mulai menerapkan langkah efisiensi untuk bertahan.