Reaktivasi Adisutjipto, Sumantoyo Nilai Instruksi Presiden Kontradiktif, PHRI Kulon Progo Resah
-
BY
Bookingina
-
Source :
Tribunjogja.com
- DATE 06/05/2026
Ringkasan Berita:
PHRI Kulon Progo menilai rencana reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto berpotensi mengurangi penumpang YIA dan berdampak pada sektor perhotelan serta pariwisata.
Pelaku usaha berharap pemerintah lebih fokus mengoptimalkan YIA melalui penambahan rute penerbangan domestik maupun internasional.
Sri Sultan HB X menyatakan Adisutjipto dan YIA dapat saling melengkapi, namun belum ada komunikasi resmi terkait rencana reaktivasi tersebut.
TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo, Sumantoyo melihat rencana dan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali atau reaktivasi Bandara Adisutjipto di Sleman sebagai penerbangan komersial, sangat meresahkan.
Keresahan sebagai dampak dari rencana Presiden Prabowo itu terutama dirasakan pelaku industri perhotelan dan restoran di Kulon Progo.
Kontradiktif
Ia juga menilai rencana Presiden Prabowo itu kontradiktif dengan upaya optimalisasi Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo yang hingga kini dinilai belum maksimal dalam mendapatkan penumpang.
Secara fungsi, saat ini penerbangan komersial dilakukan di YIA Kulon Progo. Sumantoyo pun mengungkap alasan pelaku industri perhotelan dan restoran resah atas instruksi Presiden tersebut.
"Kami khawatir reaktivasi Bandara Adisutjipto justru berpotensi merusak ekosistem pendukung pariwisata di Kulon Progo," katanya pada wartawan, Jumat (05/06/2026).
Sumantoyo menilai rencana itu kontradiktif dengan upaya optimalisasi YIA yang hingga kini dinilai belum maksimal dalam mendapatkan penumpang. Kondisi itu berpengaruh pada okupansi hotel di Kulon Progo yang saat ini hanya di kisaran 25 persen.
Apalagi Bandara Adisutjipto secara lokasi lebih dekat dengan pusat Kota Yogyakarta. Jika bandara itu kembali melayani penerbangan reguler, maka psikologi pasar diyakini akan langsung berubah, di mana masyarakat akan memilih Bandara Adisutjipto ketimbang YIA yang lebih jauh.
"Khawatirnya nanti YIA semakin sepi, dan hotel-hotel di sekitarnya juga akan semakin sepi padahal okupansi rata-rata saja hanya 25 persen," jelas Sumantoyo.
Ia pun menilai YIA berpotensi ditelantarkan jika Bandara Adisutjipto benar-benar diaktifkan kembali. Padahal, membangun YIA membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Harusnya optimalkan YIA
Sumantoyo berpandangan pemerintah harusnya berupaya mencari cara untuk mengoptimalkan YIA. Terutama dari sisi pergerakan penumpang agar bisa lebih meningkat dan memberi efek ekonomi pada masyarakat.
"Seperti dengan memperbanyak rute penerbangan untuk skala domestik, regional, hingga internasional," ujarnya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memiliki pandangan berbeda terkait rencana itu. Ia justru meyakini efek reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak akan banyak berpengaruh pada aktivitas di YIA.
Sebab untuk saat ini saja, Bandara Adisutjipto memang diaktifkan untuk penerbangan komersial. Namun di sana hanya digunakan untuk penerbangan dengan pesawat kecil seperti jenis baling-baling atau ATR.
"Pergeseran ekonomi pasti ada tapi saya yakin tidak signifikan karena YIA tetap jadi tumpuan utama," kata Agung.
Reaksi Sri Sultan HB X