Libur Panjang Mei 2026 di Kota Batu, Okupansi Tinggi tetapi Harga Kamar Tak Dinaikkan, Ini Alasan PHRI - malang.disway.id
-
BY
Bookingina
-
Source :
diswaymalang.com
- DATE 06/04/2026
Home
MBATU SAE
Rabu 03-06-2026,14:00 WIB
lobi Hotel Singhasari di Kota Batu -Sholeh -Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Selama periode libur panjang akhir Mei 2025 hang baru berlalu, okupansi atau tingkat hunian hotel di Kota Batu menembus angka 80 persen. Namun, capaian tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan secara maksimal karena harga kamar yang tidak mengalami kenaikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, tingginya okupansi tersebut tidak diikuti kenaikan tarif kamar seperti yang biasa terjadi saat musim liburan.
"Room rate hotel cenderung stagnan. Kami tidak bisa mengambil tarif tinggi saat long weekend. Karena mempertimbangkan daya beli masyarakat yang masih melemah," katanya, Rabu (3/6/2026).
BACA JUGA:Libur Panjang Berkah: Ratusan Ribu Wisatawan Padati Kota Batu, Okupansi Hotel Tembus 95%
Sujud mengemukakan, tarif hotel saat long weekend biasanya bisa naik antara 20 hingga 50 persen dibanding hari biasa. Ditegaskannya, situasinya tahun ini berbeda. Hotel lebih memilih menjaga tingkat hunian dibanding menaikkan rate kamar. Hal itu untuk menjaga keinginan wisatawan untuk menginap di hotel.
"Lonjakan kunjungan wisatawan mulai terlihat pada libur panjang 30–31 Mei 2026, okupansi mencapai 80 Persen. Sedangkan saat libur Idul Adha berada di kisaran 60 persen," jelasnya.
BACA JUGA:Dokar Wisata Alun-Alun Batu Tetap Eksis, Jadi Favorit Keluarga di Tengah Gempuran Wahana Modern
Sementara itu, tingkat hunian vila selama libur panjang akhir Mei 2026 berada pada kisaran 60 hingga 65 persen. Ketua Indonesian Homestay Association (IHSA) Kota Batu, Natalina menyebut angka tersebut relatif stabil, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan. Menurutnya, okupansi itu berada di bawah periode puncak kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mencapai sekitar 85 persen.
"Kondisi vila selama long weekend masih stabil. Tingkat okupansi sekitar 65 persen. Saat libur Idul Adha juga tidak ada peningkatan. Kalau dibandingkan Nataru tentu ada penurunan. Karena Maret, April, dan Mei banyak long weekend," tambahnya.
"Natalina menilai banyaknya hari libur panjang sejak Maret hingga Mei turut memengaruhi pola perjalanan wisatawan. Agenda liburan yang biasanya terpusat pada satu momen besar kini terbagi ke beberapa periode, sehingga lonjakan kunjungan tidak terlalu terasa.
BACA JUGA:Libur Panjang Meledak! Pantai 3IN1 Malang Selatan Diserbu Wisatawan hingga 70 Persen
"Ini adalah sinyal positif dari sektor pariwisata Kota Batu. Tingkat hunian yang mampu bertahan di atas 60 persen cukup baik di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil," tegasnya.
Untuk Informasi, berdasarkan data Dari Badan Statistik Kota Batu, hingga tahun 2022, tercatat terdapat 19 hotel berbintang. Sementara, terdapat hingga 700 lebih vila. Kawasan Songgoriti dan Desa Oro Ombo menjadi pusat vila murah di Kota Batu. Jumlah ini memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata dengan fasilitas penginapan yang sangat lengkap.
Sumber:
Berita Terkait