Libur Panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila Belum Mampu Dongkrak Hunian Hotel di Puncak
-
BY
Bookingina
-
Source :
Bogor-Kita.com
- DATE 06/04/2026
Jalan Raya Puncak
BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Momen libur panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila belum mampu mendorong peningkatan signifikan tingkat hunian hotel di Kabupaten Bogor. Selama periode libur tersebut, rata-rata okupansi hotel tercatat sekitar 50 persen.
Sekretaris Jenderal BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan tingkat hunian hotel pada hari pertama libur Idul Adha masih tergolong rendah. Rata-rata okupansi hotel hanya mencapai 46 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga pada Hari Raya Idul Adha dibandingkan berwisata.
“Memang saat Idul Adha banyak masyarakat yang masih berkumpul dengan keluarga dan belum melakukan perjalanan wisata,” kata Boboy, Kamis (4/6/2026).
Memasuki hari kedua dan ketiga libur panjang, yakni pada 29 hingga 30 Mei 2026, tingkat hunian hotel mulai meningkat. Okupansi tercatat mencapai 55,55 persen atau naik dibandingkan hari sebelumnya.
Meski menunjukkan tren peningkatan, angka tersebut dinilai masih belum memenuhi harapan pelaku usaha perhotelan. Rata-rata tingkat keterisian kamar hotel selama periode tersebut berada di kisaran 50 persen.
“Kalau dirata-ratakan, masing-masing hotel hanya terisi sekitar 50 persen,” ujarnya.
Lonjakan okupansi mulai terlihat pada periode 30 hingga 31 Mei 2026. Pada rentang waktu tersebut, tingkat hunian hotel mencapai 86,99 persen. Namun, menurut Boboy, capaian itu masih belum maksimal karena masih terdapat kamar yang belum terisi.
Sementara itu, pada hari terakhir libur panjang, yakni 31 Mei hingga 1 Juni 2026, tingkat okupansi relatif stabil di kisaran 87 persen.
“Data ini juga kami sampaikan kepada Polres Bogor sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi terkait kondisi kunjungan wisata selama libur panjang,” katanya.
Boboy mengakui industri perhotelan saat ini belum sepenuhnya pulih ke kondisi sebelum pandemi Covid-19. Menurut dia, sekitar lima tahun lalu tingkat hunian hotel di kawasan wisata Kabupaten Bogor pada momen libur panjang dapat mencapai 95 hingga 100 persen.
Ia menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan wisata dan okupansi hotel saat ini.
“Sebelum pandemi, kalau ada libur panjang seperti ini hampir semua hotel penuh. Sekarang kondisinya berbeda. Kemungkinan karena kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih sehingga daya beli masyarakat masih terbatas,” tuturnya.[] Danu