PHRI DIY Dorong Pemerintah Daerah Gelar Event Berskala Nasional untuk Dongkrak Okupansi Hotel
-
BY
Bookingina
-
Source :
Tribunjogja.com
- DATE 05/03/2026
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA-COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY meminta Pemda DIY maupun kabupaten/kota di DIY menggelar event berskala nasional untuk mengerek okupansi hotel.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional memberikan dampak ikutan yang besar bagi pariwisata di DIY.
Tidak hanya meningkatkan okupansi hotel, tetapi juga industri pariwisata yang lain hinga UMKM.
Menurut dia, penyelenggaraan event berskala nasional sangat signifikan dalam mendongkrak okupansi hotel sebesar 30 hingga 40 persen.
Hal itu terbukti pada libur panjang akhir pekan yang bersamaan dengan peringatan Hari Buruh.
Pada libur akhir pekan ini, okupansi rata-rata di DIY mencapai 70 persen.
Sementara di Kota Yogyakarta dan Sleman sekitar 85 persen, dan khusus area Malioboro mencapai 95 persen.
"Kita berharap ada event-event skala nasional. Orang-orang bisa tertarik untuk datang ke Jogja untuk melihat atau mengikuti event tersebut. Akhir pekan ini terdongkrak karena ada event Jogja 10K, okupansinya merata. Malioboro bisa 95 persen sampai 100 persen, kemudian melubernya ke Sleman, Bantul," katanya, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Jogja 10K 2026 Kerek Okupansi Hotel Dekati 100 Persen, Buktikan Daya Tarik Sport Tourism Inklusif
Ia menyebut sport tourism masih menjadi event yang paling besar berpengaruh pada peningkatan okupansi hotel di DIY.
Hal itu karena event sport tourism tengah naik daun.
Namun ada beberapa event lain seperti Artjog hingga Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang cukup menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara ke DIY.
"Event yang berskala nasional itu akan mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah), dari sisi okupansi baik itu hotel maupun restoran anggota PHRI, UMKM, hingga suplier-suplier juga merasa senang karena tamunya banyak," terangnya.
Agar gaungnya semakin terasa, Deddy mendorong penyelenggaran kegiatan juga menggandeng industri pariwisata yang lain, termasuk destinasi wisata.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan, namun juga tertarik untuk berwisata di DIY dan memperpanjang lama tinggal.
"Alangkah baiknya kalau event-event organizer juga menggandeng stakeholder pariwisata yang lain. Jadi misalnya bapak ibunya ikut lari, anaknya sama kakeknya bisa berwisata. Harus ada terobosan-terobosan semacam itu, sehingga lama tinggalnya juga meningkat," imbuhnya. (*)