Kunjungan Wisatawan Diklaim Naik, DPRD Lampung Soroti Hotel Sepi
-
BY
Bookingina
-
Source :
Kunjungan Wisatawan Diklaim Naik, DPRD Lampung Soroti Hotel Sepi
- DATE 01/13/2026
Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Klaim meningkatnya
jumlah wisatawan ke Provinsi Lampung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)
justru memunculkan tanda tanya. Pasalnya, di tengah data yang menyebutkan
kunjungan wisatawan mencapai 2,4 juta orang, tingkat hunian hotel serta
penerimaan pajak perhotelan dilaporkan tidak mengalami kenaikan berarti.Hal ini menjadi perhatian DPRD Provinsi Lampung.
Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, menilai terdapat ketidaksesuaian
data antara laporan Dinas Pariwisata dan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI).“Angka kunjungan wisatawan disebut meningkat sampai
2,4 juta orang. Namun berdasarkan data PHRI, okupansi hotel tidak meningkat dan
pajak hotel juga tidak bertambah. Kondisi ini tentu patut dipertanyakan,” ujar
Ahmad Basuki, Selasa (13/01/2026).Menurut politisi PKB tersebut, jika lonjakan
wisatawan benar-benar terjadi, maka dampaknya semestinya dirasakan langsung
oleh sektor perhotelan yang selama ini menjadi salah satu penopang Pendapatan
Asli Daerah (PAD).“Secara logika sederhana, meningkatnya wisatawan
akan berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel dan pajak daerah. Tetapi
fakta di lapangan tidak menunjukkan hal itu,” tegasnya.Diketahui, PHRI Lampung menyatakan tidak terdapat
peningkatan signifikan tingkat okupansi hotel selama periode Nataru. Sementara
itu, data kenaikan jumlah wisatawan justru dirilis oleh Dinas Pariwisata
Provinsi Lampung. Perbedaan klaim tersebut dinilai berisiko menimbulkan
kekeliruan dalam perumusan kebijakan daerah jika tidak segera diklarifikasi.Untuk itu, Komisi II DPRD Lampung memastikan akan
melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait. Ahmad Basuki
menyebut DPRD akan meminta Dinas Pariwisata dan PHRI memaparkan data secara
terbuka guna menjelaskan perbedaan yang terjadi.“Kami akan mempertemukan OPD terkait dengan PHRI.
Tujuannya bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan data yang digunakan benar
dan dapat dipertanggungjawabkan, karena ini menyangkut PAD,” ujarnya.Basuki juga menekankan pentingnya sinergi antara
pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata dalam mendorong peningkatan
pendapatan daerah.“Saat ini kita sedang mendorong peningkatan PAD
secara gotong royong. Pemerintah berupaya maksimal, namun pelaku usaha juga
harus memiliki komitmen yang sama untuk membangun daerah,” katanya.Komisi II DPRD Lampung berharap transparansi dan
akurasi data pariwisata dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran,
sehingga peningkatan kunjungan wisatawan benar-benar berdampak pada pertumbuhan
pendapatan daerah. (*)